July 12, 2007...5:41 pm

Shabrina Begum

Jump to Comments

Kemaren malam saya membaca sebuah berita di Koran Republika. Pengadilan tertinggi Inggris kalahkan Shabina Begum atas gugatannya kepada sekolah Denbigh High School, di London. Shabina Begum adalah seorang remaja muslimah yang hidup dan tinggal di London. Suatu hari ia pergi ke sekolahnya dengan memakai busana muslimah yang sangat tertutup, yaitu hanya menyisakan muka dan telapak tangannya saja yang terbuka. Akan tetapi pihak sekolah ternyata memintanya untuk pulang kerumahnya dan mengganti baju sesuai dengan pakaian sekolahnya. Ia tidak diijinkan untuk mengenakan busana muslimah tersebut. Alasan dari pihak sekolah yatitu keberadaan Shabina dengan busana seperti itu bisa menimbulkan perasaan tidak aman dan terancam bagi siswa lain karena Shabina merasa lebih benar secara agama dengan siswa lain.

Yang ingin saya soroti disini bukan masalah buruknya penegakan HAM di Inggris, namun bagaimana kita meneladani sikap Sabrina. Sebenarnya Shabrina bisa meneruskan gugatannya ke pengadilan HAM Uni Eropa, namun saat ditanya apakah dia akan menersukan gugatannya itu dia menyatakan bahwa dari awal yang sebenarnya ia harapkan dari gugatannya adalah bahwa kasusnya akan mendorong orang lain yang senasib dengan dirinya berani menyatakan sikap.

Menurut saya ini adalah sesuatau yang sangat luar biasa, bagaimana seorang gadis yang berusia belasan tahun berani menggugat sekolahnya, padahal sebenarnya ia berada didalam lingkungan yang sangat mendsikriminasi dirinya. Terlebih lagi ternyata ia hanya ingin memberikan contoh kepada orang lain bahwa jangan mau di perlakukan seenaknya. Wah.. kalau saya menjadi Shabrina mungkin saya hanya bisa mendekam dibalik selimut sambil menangis meratapi nasib..

Leave a Reply