Bintan dan Batam : Objek Wisata di Kepulauan Riau (Part. 1)

Pada bulan Oktober tahun kemaren, saya bersama keluarga (Ayah, Mama, Abang dan Adek maksudnya, bukan anak istri saya) kebetulan berkesempatan untuk menjelajahi Pulau Bintan dan Batam (karena satu dan berbagai hal, catatan perjalanan ini baru bisa saya tulis sekarang). Kedua pulau ini berada di Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya di pertemuan antara Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, bertetanggaan dengan Singapuran dan Pulau Lingga.

Letak Pulau Batam dan Bintan

Letak Pulau Batam dan Bintan

Ada apa di Pulau Bintan dan Batam? Bagi anda yang berdomisili di luar Pulau Sumatra, mungkin nama Pulau Bintan masih terdengar asing. Wisata budaya / sejarah dan wisata alam adalah dua andalan wisata dari Pulau ini. Bagi anda yang interest dengan sejarah dan budaya melayu, anda bisa ke Pulau Penyengat. Pulau ini terletak di depan pantai Tanjung Pinang. Di Pulau ini anda bisa melihat sejarah dan sastra melayu seperti Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali haji. Di Pulau ini juga terdapat Masjid Raya Sultan Riau yang dindingnya terbuat dari putih telur, makam para raja (termasuk Raja Ali Haji), Istana dan Benteng Pertahanan. Namun karena terbatasnya waktu dan dahulu kami sekeluarga sudah pernah kesana, maka pada kesempatan kali ini kami tidak menyempatkan diri kesana.

Tujuan utama kami ke Tanjung Pinang adalah untuk menikmati pantainya dan melakukan berbagai macam olahraga air. Tanjung Pinang memiliki pantai yang tidak kalah bagusnya dibandingkan daerah lain di Indonesia. Di Pulau ini juga anda bisa melakukan berbagai macam olahraga air. Mengenai hal ini akan saya tulis pada tulisan berikutnya. Sementara tujuan kami ke Batam adalah lebih karena alasan nostalgia. Dahulu kami sekeluarga pernah tinggal disana selama kurang lebih 2 tahun, sehingga kami ingin kembali melihat kota yang dulu pernah kami tinggali.

Tanjung Pinang 1

Tanjung Pinang 1

Perjalanan dimulai dengan pesawat twin propeller Fokker F50 maskapai Riau Airlines dengan tujuan Pekanbaru – Tanjung Pinang – Natuna. Pesawat mendarat di Bandara Raja Ali Haji Fisabillilah (dulunya bernama Bandara Kijang) di kota Tanjung Pinang (Ibu Kota Kepulauan Riau). Disana kami dijemput dengan mobil L300 milik resort yang telah kami booking terlebih dahulu. Kemudian kami langsung menuju sebuah pasar di daerah Temiang untuk makan siang. Pasar ini seperti Chinatown, hampir semua orang disana adalah keturunan Tionghoa. Meraka juga melakukan percakapan sesama mereka dengan bahasa mandarin yang kental. Bahkan koran dan televisi yang mereka lihat pun berbahasa mandarin. Buat anda yang seumur hidup belum pernah ke pesisir timur Sumatra, mungkin anda akan merasa sedang tidak berada di Indoensia saat itu.

Riau Airlines Fokker F50 Twin Propeller

Riau Airlines Fokker F50 Twin Propeller

Disana kami menuju kedai kopi “Santai” yang terkenal dengan masakan asam pedas kepala ikannya. Asam pedasnya memang punya cita rasa yang sedikit berbeda dengan asam pedas yang pernah saya makan. Asam pedas ini terasa lebih gurih. Rasanya merupakan kombinasi dari asam, manis, pedas dan asam yang pas. Lidah saya selalu meneteskan air liur setiap kali mengingat rasanya. Saya tidak begitu mengerti bumbunya apa, tapi yang jelas ada nanasnya. menurut saya ini cukup aneh, asam pedas adalah masakan orang melayu, akan tetapi asam pedas yang super enak ini dijual oleh keturunan Tionghoa.

Asam Pedas Kepala Ikan Maknyus

Asam Pedas Kepala Ikan Maknyus

Setelah makan siang, kami langsung menuju ke Bintan Agro Beach Resort di daerah Teluk Bakau. Resortnya cukup bagus, fasilitasnya lengkap dan terawat. Terlebih lagi resort ini letaknya langsung menghadap pantai yang indah. Fasilitas yang tersedia di resort ini antara lain kolam renang, berbagai macam olahraga air (Snrokling, SCUBA diving, canoeing. banana boating, dan Flying fish), lapangan sepak bola pantai, lapangan voli, dan peminjaman sepeda. Menurut Ayah saya, dari sekian banyak resort yang ada di sekitar Teluk Bakau, resort ini yang paling pas dari segi hargd dan fasilitas yang ditawarkan. Di Tanjung Pinang memang banyak terdapat resort, terutama di daerah Teluk Bakau, Pantai Trikora dan Lagoi. Jika kita jenuh dengan nuansa hotel, kita juga bisa memilih untuk home staying di Pulau Bintan.


Kolam Renang

Kolam Renang

Pantai Resort

Pantai Resort

Banana Boat dan Flying Fish Boat

Banana Boat dan Flying Fish Boat

Di Agro Beach Resort kami hanya sempat canoeing, cycling, bermanin-main voli, bermain sepak bola pantai, dan terakhir snorkeling. Untuk deskripsi mengenai pantai, saya akan khususkan di postingan berikutnya. Sementara ayah dan mama menyempatkan diri untuk dipijat refleksi di sebuah pondok di pinggir pantai. Amboi, bayangkan betapa enaknya. Dimanjakan dengan pijat refleksi dengan pemandangan indah ditambah dengan tiupan angin sepoi-sepoi. Sebenernya ketika itu saya ditawari oleh ayah saya untuk direfleksi juga. Tapi waktu itu saya malu sama mbak-mbaknya, masa masih muda sudah dipijat segala, alhasil dinda jadi korban, dengan bayaran 20 ribu, saya minta dipijat dengan dia malamnya dikamar.


Pondok Refleksi

Pondok Refleksi

Pantai Resort lagi Surut

Pantai Resort lagi Surut

Canoe

Canoe

Setelah dari Agro Beach Resort, kami menuju Pantai Mana-mana di daerah Lagoi. Jalannya tidak besar, kira-kira lebarnya hanya hanya sebesar satu lajur jalan tol ditambah dua meter. Jalannya juga sepi, tidak banyak mobil yang lewat. Kami hanya berpapasan dengan mobil sekali dua kali. Kebanyakan mobil yang lewat adalah bertipe jip seperti land cruiser, atupun jip-jip dual kabin dengan bak dibelakang seperti jenis Mitusbishi Strada. Sekali-kali terlihat mobil truk proyek. Pertambangan bauksit adalah salah satu kegiatan perekonomian yang menjadi andalan Pulau Bintan. Kami jalan menyusur tepian pantai. Terkadang kami menembus hutan-hutan. Pemandangannya sangat indah. Semua masih begitu perawan, jauh dari campur tangan manusia. Benar-benar pemandangan yang langka. Menurut informasi dari ayah saya, ternyata sudah ada klub sepeda yang sering melakukan kegiatannya di daerah ini yang didirikan dan bermarkas di Singapura. Yah itulah yang banyak terjadi di negara kita. Yang sadar dan menikmati kekayaan alam negara kita justru orang lain.


Jalan dari Argo Resrot menuju Lagoi

Jalan dari Argo Resrot menuju Lagoi

Pemandangan di Teluk Bakau

Pemandangan di Teluk Bakau

Pemandangan Teluk Bakau 2

Pemandangan Teluk Bakau 2

Pemandangan Teluk Bakau 3

Pemandangan Teluk Bakau 3

Teluk Bakau Resort

Teluk Bakau Resort

Pantai mana-mana saat ini telah berubah nama menjadi Nirwana Beach Club. Nirwana Beach Club terletak di daerah Lagoi. Di daerah Lagoi banyak sekali terdapat resort-resort mahal yang kebanyakan dikunjungi oleh orang asing. Harga permalamnya ada yang mencapai $ 4.000. Saya tidak bisa membayangkan menginap di sebuah resort seharaga $ 4.000 perbulan, mungkin kalau gatal saja ada yang menggarukkan. Heheh… Kawasan ini memang benar-benar eksklusif. Pemasarannya memang ditargetkan untuk orang asing.

Orang asing tersebut hampir kebanyakan masuk dari Singapura. Dari Singapura mereka menyeberang dengan kapal feri langsung menuju Tanjung Pinang. Setelah saya googling, ternyata memang banyak agen-agen perjalanan di Singapura yang menawarkan paket perjalan ke Tanjung Pinang ini. Lagi-lagi saya miris, Tanjung Pinang itu wilayah Indonesia, tapi kenapa justru orang Singapura yang banyak meraup keuntungan? Bahkan investor dari resort-resort tersebut pun berasal dari Singapura. Bahkan di sini kita bisa membayar dengan menggunakan mata uang Singapura, benar-benar menyedihkan. ckckkc

Di Nirwana Beach Club kami melakukan berbagai macam olahraga air. Di sini saya melepaskan hasrat dan obsesi saya untuk menyetir kapal dengan mengendarai Jet Ski. Nirwana Beach Club tidak begitu ramai seperti Pantai Nusa Dua di Bali. Oleh karena itu, kesempatan untuk mengendarai Jet Skinya pun bisa lebih lama. Waw, saya benar-benar sangat senang ketika itu, menerjang ombak dengan menggunakan Jet Ski, sudah obsesi saya sejak lama. Selain itu kami juga menyempatkan diri untuk bermain Banan Boat dan Canoeing.

Nirwana Beach 1

Nirwana Beach 1

Nirwana Beach 2

Nirwana Beach 2

Bermain Jet Ski

Bermain Jet Ski

Setelah dari Nirwana Beach Club kami menuju Tanjung Uban untuk menyebrang menggunakan feri menuju Telaga Pungkur, Batam. Di Batam kami melakukan kegiatan nostalgia. Kami dahulu pernah tinggal di Batam pada tahun 1993 – 1994. Saya dan Abang saya sempat bersekolah SD disana, sementara Affan sempat TK. Waktu itu kami menuju daerah Sekupang dimana kami tinggal. Kami melihat rumah kantor ayah saya yang dulu kami tempat. Setelah itu kami sempat berkunjung ke TK Affan dan SD Kartini I yang merupakan tempat saya dan Abang saya bersekolah. terakhir kami mengunjungi kantor Dinas PU tempat ayah saya berkerja dulu.

Kapal Motor untuk Menyeberang ke Batam

Kapal Motor untuk Menyeberang ke Batam

Selain itu kami juga menyempatkan diri untuk berputar-putar di Nagoya. Kawasan yang dulu terkenal sebagai tempat membeli barang-barang elektronik ini tampaknya saat ini tidak lagi begitu ramai. Barang-barang elektroniknyapun tidak begitu variatif. Harganyapun tidak begitu bersaing dengan Glodok ataupun Roxy. Batam memang sudah tidak seramai dulu lagi. Kami di Batam hanya satu malam. Pada keesokan harinya kami pun menuju Bandar Udara Hang Nadim untuk kembali pulang. Ayah, Mama, dan Dinda kembali menuju Pekanbaru, sementara Saya, Bang Ashri dan Affan langsung menuju Jakarta untuk kembali ke Bandung dan berkuliah seperti Biasanya.

SD Kartini I Batam - Kenangan Masa Lalu

SD Kartini I Batam - Kenangan Masa Lalu

Courtesy : Riau2020

Bersambung….

About these ads

39 thoughts on “Bintan dan Batam : Objek Wisata di Kepulauan Riau (Part. 1)

  1. Salam kenal mas…
    how do i call u?
    let mas Aulia aja y

    Perkenalkan saya Guntur, setelah baca artikel mas diatas ternyata kita satu almamater waktu SD yaitu SD Kartini 1 Batam (saya lulus tahun 98) dan rupanya kita juga satu almamater di ITB. mo tanya dong nama kakak sodara siapa ya barangkali saya kenal beliau

    Thx….

  2. @guntur
    oya?
    di ITB angkatan berapa?
    saya di SD kartini 1 itu cuma kelas 1 sama setengah kelas 2 aja, habis itu pindah

    nama abang saya Ashri Perdana, kenal?

  3. duch,,,
    gw tahun 2006 lalu pernah ke sana (Lagoi resort)..
    tepatnya ke Bintan Lagoon Resort n Pantai mana2..
    bukan utk liburan sich,, kebetulan tugas dari kantor,, memantau Selat singapura n selat malaka..
    eh, pemda sana nunjukkin kawasan ini untuk bisa melihat langsung selat singapura,, tepatnya dari Bintan Lagoon Resort (br tau klo itu resort mahal bgt,, eksklusif bgt tmptny)..
    abis dari sana kita langsung ke pantai mana2,, sepi bgt,, cuma nemu 3 org wisatawan disana,, itu jg foreigner..
    tp sumpah,, dua tempat itu bikin aku speechless,, bagus bgt,, menurutku bali ga da apa2 nya,, hehehe
    waktu itu sey kita rombongan naek mobil dr tanjung pinang kesananya,,,
    jd ga terlalu tau klo naek umum…
    hehehe..
    pengen kesana lagi,, tp liburan,,,
    tau informasi resort yg murah gitu,, mau kesana lagi….

  4. @ega
    memang saya juga berpikir Pulau Bintan adalah aset pariwisata yang potensial, tinggal bagaiamana kita berfikir untuk mempromosikan dan membuat akses yang gampang kesana

  5. dari bandar udara tanjung pinang ke pantainya jauh ga?? kalo dari batam – tanjung pinagn brp jam ya?? hehehh…ak pgn liburan ke sana jg soalnya

  6. @dini
    dari bandar udara tanjung pinang ke pantai tempat syaa menginap sekitar 1 jam naik mobil, kalau batam-tanjung pinang hanya 30 menit naik speed boat

  7. kak aulia smanya di pekanbaru kah???

    klo gak salah pernah denger di sma 8, plus ato sma 1 gitu… ato mgkn anak dcr??????

    *emailnya boongan tuh*
    hehehehehehehe

  8. halo mas aulia, sebelum nya thanks utk share ttg liburan di bintan nya ya, really help me much. saya boleh minta bantuan info gak ya ? di tanjung pinang tadi , yg jual ikan asam pedas itu kira2 muat u/ tamu dlm jumlah besar gak ? sekitar 40 org, atau punya referensi di batam resto yg enak yg kira2 bisa u/ group 40 org ? tks for help

  9. @Mevita
    sepengelihatan saya sih tidak bisa, kedainya saja tempat duduknya berjumlah hanya sekitar 20-an, terlebih tenaga manusianya sepengelihatan saya tidak begitu banyak

    Tapi mungkin jika memang mbak benar-benar niat, bisa terlebih dahulu mengontak kedainya sebelum mengajak 40 orang kesana.

    Untuk tempat makan yang lain saya tidak begitu tahu, mohon maaf atas keterbatasan informasi saya

  10. oh..ok klu gitu..tks lot anyway buat info nya ya… sebenernya dr paparan diatas sih udh lumayan membantu banget…tks lot

  11. bang,saYa jugag perNAh nie ke baTam..
    cUma saYA dLu cuMA kgiaTan daRi pramuka aJah,,,

    hm..
    peNgen sih ngunjungi seMUa yg kk’ paparkan di aTaz..

    oia kaLo ksana kiRa” bRp bsar budget nya ya ka’..?

    Leh tw kan…?

  12. @sari sukma zein
    haduh, mohon maaf saya tidak bisa memberikan perkiraan budgetnya, saya kesnaa juga bersama orang tua, jadi semua orang tua yang mengurus

  13. ih…bagus bgt yah…bintan…padahl aq lama dibatam…cm dr sma pindah kebdg…nginep murah dibintan dmn ajah??mudh2 ntar lulus kul bisa main kesana

    • saya kurang begitu tau mbak, mungkin coba saja googling, kebetulan saya hanya punya informasi tempat saya menginap

  14. Dear Aulia…

    gw seneng banget ktemu blog elo ini… asli keren2 isinya dan very inspring…… *terlebih cocok banget ma gw penyuka laut n pantai hehehe*..

    baca catper batam n bintam jadi inget kampung halaman… keluarga nyokap banyak di selat panjang, sepupu tersebar di pekan baru, batam, dumai….tp gw jaraaaang banget maen kesana hehehhe….. asli tulisan elo ini memajukan wisatawan domestik utk lebih kenal deket dengan Riau… *salute*

    eh sayang yaa kita ga ketemu di Malalayang… waktu itu gw gabung ama Corona Divers Group, posko kita ga jauh dari panggung upacara…kira2 1 menit jalan kaki hehehe… kapan2 diving bareng yaaa, gw ada dimana2 koq *siluman sih hehehe*….gw salah satu pengurus POSSI JAYA n gemar aktif di bidang konservasi laut *jadi ga asal diving ajah loch yaaa hehehe*…

    ok deh.. sukses terus buat elo yaa.. salute banget deh!!!

    • dear mbak marisa tiashanty,,,

      harapan saya juga kedepannya seperti itu mbak.. saya ingin membantu untuk memajukan pariwisata. Hal yang saat ini bsa saya lakukan adalah menulis seperti ini. Saya berharap tulisan saya bisa mengapresiasi dan menyebarkan informasi tentang pariwisata di negeri ini. Tadinya sempat terpikir oleh saya untuk membuat blog khusus tentang catatan perjalanan. Namun sepertinya saya belum begitu banyak pergi ke mana2, jadinya blum kapabel untuk itu.

      Iya saya sempat ke posko corona kok menjemput seorang teman saya yang ikut naek pesawat bersama rombongan corona, kebtulan saya tiba lebih awal.

      salam kenal buat mbak, mudah2an kita bisa bertemu di laut, hehe

      maaf baru membalas komentarnya

  15. salam kenal…..
    Panggilan saya Iwan, tinggal di padang. kalau boleh tau sekarang kamu tinggal dimana?
    saya tertarik sekali mengunjungi pulau batam, bintan dan tanjung pinang.
    kalau boleh tau nirwarna beach itu dilagoi di pulau bintan? posisi tepatnya di utara/ selatan?
    thanks

  16. Salam kenal.
    oh ya saya mau nanya, saya udh lama pingin kebintan kebetulan bln april saya mau liburan ksana, saya dari Pekanbaru mau ketanjung pinang-bintan dan pulang via batam. bisa nggak dikasih gambaran transportasi ditanjung pinang dan bintan,tempat penginapan yg standar, dan tempat2 wisata yg asyik dsana. Makasih

    • dari bandara ke kota tanjung pinang agak jauh, mungkin bisa menggunakan taksi, pantai2 yang bagus letaknya agak jauh juga dari tanjung pinang, jadi sebaiknya cari dulu hotel/penginapan yang sesuai, kemudian dari bandara langsung menuju ke sana, tks

  17. waah….saya tertarik sekali liat artikelnya…………
    klo dr pekanbaru ke bintan pake agency travel ada gk yah…
    trs kira2 brp y biayanya…………….
    thanks before

  18. hi & pakabar, saya mo minta bantuan utk mencari bbrp lokasi yg bagus bt diving/selam didaerah batam & kepri agar bs membawa investor jg tourist penyelam ke batam n kepri. Mohon bantuan nya yaaah…thanks.

  19. Hi Mas Aulia,,

    wahh keren bgt ya kota bintan ini, pingin rasanya melancong kesana,,

    salam kenal aja ya mas,,

    saya saiful,, org surabaya,, kebetulan nih mas, aku lg nyari temen asli anak bintan,, kebetulan aku ada job freelance gitu lah, untuk survey beberapa tempat di bintan, kalau ada yg minat mohon infonya dong mas,, klo ada yg mau silahkan menghubungi email saya di saiful.kenzie@ovi.com atau no telp 083849283308,, kriterianya sih yg penting bisa komputer lah mas,,

    makasih banyak ya mas,, aku dah searching2 ga nemu2 temen yg ada di bintan,,,
    sy tunggu kabarnya ya mas, thanks

    • terima kasih infonya mas, tapi sayang sekali saya bukan berasal dari sana, mudah2an ada yang baca dan menghubungi segera

  20. bintan ini ga kalah sama Bali sebetulnya, cuman pemerintah kita kurang perhatian sama daerah ini, kebanyakan wisatawan datang dari Singapore. Semoga pemerintah lebih memperhatikan aset negara kita yang kaya akan daerah pariwisata. Bravo Indonesia :)

    • iya, yang ngebangun malah investor dari luar.. ya mudah2an dengan semakin terkenalnya bintan, masyarakat mulai melirik pulau ini sehingga bisa menjadi pasar pariwisata yang hebat

  21. aslm, mas sya pernah kesana ke nirwana resort, keren buanget deh mang benar apa kata mba ega, tu tempat mang buat org2 beduit aja. sayang buanget bangsa kita yg punya tapi malah susahnya nyampe sana, hanya orang2 tertentu saja.

  22. beruntung banget saya bisa dapet artikel yg berharga saya seorang perantau yg bahasa kerennya treveller yah udah lama di luar negeri pingin bikin usaha di indonesia cm ngak tau mau mulai dari mana .saya kelahiran bali cm saya kurang srek ama bali terlalu komersil dan saya ada saudara di batam my first impression waktu kebatam saya suka sekali dan saya sedang melirik daerah2 wisata di batam sekarang dengan ilmu yg ada dan sedikit modal saya pingin banget merintis sesuatu di bintan or pulau pinang dibidang pariwisata baca artikel ini saya jadi tambah semangat semoga keinginan saya terwujud sekali lagi terimakasih udah share artikel ini

  23. saya rencana ingin jala-jalan bersama-sama dengan teman saya, tolong batuannya informaasi mengenaiobjek wisata yang menarik yang ad disana… beserta akomodasinya…
    sekalian budget yang kira-kira harus kami sediakan…
    terimakasih sebelumnya ata bantuannya …

  24. haiii..kecap.. ini dhini, istrinya jarwo..heheee.. dunia sempit. gw lg browsing2 tmpt wisata di tj.pinang dlm rangka perpisahan sm temn2 ptt kepri. eh malah nemu blog lo.. nanti dicoba deh dateng ke lagoi.. ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s