June 24, 2009...1:31 am

Garuda di Dadaku

Jump to Comments

Satu lagi film bermutu Indonesia.

garuda_didadaku

Judulnya adalah Garuda di Dadaku. Film ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama Bayu yang hobi bermain bola dan ingin sekali bergabung dalam Tim Nasional Indonesia, akan tetapi ia memiliki banyak sekali hambatan untuk mencapai keinginannya itu terutama dari keluarganya. Keluarganya, terutama kakeknya, tidak setuju ia menajadi pemain bola. Dalam usahanya ia ditemani oleh sahabatnya, Heri. Pada akhirnya Bayu berhasil untuk mewujudkan impiannya itu.

Sebenarnya cerita film ini sangat sederhana dan bisa ditebak.  Namun walaupun sederhana dan ketebak, tapi film ini sangat tidak membosankan untuk ditonton. Kesederhanaan film ini juga tidak mengecilkan nilai-nilai yang dibawanya. Film ini begitu nge-feel. Semua terasa begitu jujur. Secara teknis terlihat juga bahwa film ini tidak asal bikin, terlihat bahwa film ini adalah hasil sentuhan elegan dari seorang film maker.

Film ini terutama mengkritik tentang dunia kepemudaan dan olahraga di Indonesia. Diceritakan bahwa betapa melaratnya profesi seorang atlet sepakbola di Indonesia. Bahkan ayahnya Bayu, yang tidak lain seorang mantan pemain bola pfofesioanal, akhirnya tak lebih hanya menjadi supir taksi.

Film ini juga memberi energi baru kepada kita untuk bermimpi dan berusaha dalam mencapai cita-cita. Jika anda punya cita-cita, maka kejarlah sampai dapat. Jadi ingat quote dalam filmPursuit of happines : “Don’t ever let someone tell you that you can’t do something. Not even me. You got a dream, you gotta protect it”.

Untuk anak-anak, film ini juga sangat mendidik. Diceritakan bahwa sebuah kebohongan akan terus ditutupi oleh kebohongan lagi dan begitu seterusnya. Pada akhirnya kebohongan ini pasti akan terungkap dan dapat berakibat fatal. Jadi jangan sekali-kali berbohong karena pasti akan terungkap, kalau tidak di dunia ya di akhirta, hanya masalah waktu.

Ada pesan tersirat dalam film ini, yaitu tentang pendidikan. Dicertikan di film ini kakeknya Bayu adalah tipe seorang yang konservatif, dimana Bayu harus selalu menuruti kata-katanya. Bayu tidak diperbolehkan untuk bermain bola. Bayu pun dileskan ini itu, padahal sebenernya Bayu sendiri tidak terlalu berminat, bahkan ia tidak enjoy sama sekali. namun karena Bayu adalah anak yang baik, maka di depan kakeknya ia nurut-nurut saja walaupun akhirna ketahuan juga.

Ini tentu masukan buat para orang tua yang sedang dan akan mendidik anak. Tapi buat saya, cerita ini mengandung makna pendidikan itu sendiri secara umum. Pendidikan bukan formalitas tanpa maksud. Pendidikan juga bukan pemaksaan. Pendidikan bukan hanya soal tehcnical know-how. Tapi yang paling penting, pendidikan adalah bagaimana kita memanusiakan manusia. Jika dakwah kita anggap sebagai pendidikan, maka tujuan dakwah bukan lah membuat orang beragamam tapi bagaimana kita dapat memberikan pencerahan akan siapa dirinya dan akan kemana dirinya pergi.

Jadi teringat penggalan puisi W. S. Rendra yang berjudul “Sajak Anak Muda” :

Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.

Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.

(Halah ini kok dari ngebahas film malah ngebahas pendidikan dan pusinya WS Rendra)

Kesimpulannya Film ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton. Tidak banyak film-film Indonesia yang bermutu seperti ini. Film seperti ini harus kita beri apresiasi agar para produser tidak takut-takut untuk membuat film berisi seperti ini, tidak seperti kebanyakan film Indoensia sekarang. Semua hanya berorientasi pada pasar tanpa peduli nilai yang dibawa.

Jadi, untuk mengapresiasi film ini, maka saya menghimbau :

Jika anda konsumen bioskop, maka tontonlah film ini (jangan beli bajakan),

Jika anda blogger, tulislah tentang film ini di blog anda (itung2 bantu nge-blow up),

Jika anda media, bantulah pihak production house untuk mempublikasikan film ini kepada masyarakat,

Jika anda pemerintah, coba pikirkan untuk mengadakan penghargaan  film “beridealisme” terbaik,

Jika anda Capres, maka ikutlah nonton bareng film ini. (efeknya pasti film ini akan ter-blow up dengan cepat =p).

Terakhir, terima kasih saya ucapkan kepada pihak yang telah membuat film ini.

Sumber Gambar :

http://andreseptian.com/wp-content/uploads/2009/05/garuda_didadaku.jpg


8 Comments


Leave a Reply