Dua minggu yang lalu saya berkesempatan untuk menyelam bersama TNI AL. Lokasinya berada di Tanjung Lesung, Banten. Dari Jakarta bisa ditempuh sekitar 4 jam perjalanan darat
Sebenarnya ini adalah acara latihan gabungan sebagai persiapan untuk acara pemecahan rekor dunia untuk penyelaman terbanyak dan upacara di dalam air pada bulan agustus nant. Sebagai informasi, pada bulan Agustus nanti, Indonesia, yang di-organize oleh TNI AL akan mencoba untuk mencatat namanya di Guinnes Book of Record sebagai negara tempat penyelaman terbanyakan (1500 orang, rekor sebelumnya dipegang oleh Thailand) dan upacara di bawah air pertama di dunia. Acara tersebut akan diadakan di Menado.
Latihan dihadiri oleh 309 diver dari berbagai kalangan. Kelompok terbanyak berasal dari militer (marinir, kopasus, kostrad, dll). Selebihnya adalah orang-orang sipil, yaitu mahasiswa (dari kampus-kampus), institusi pemerintah ataupun swasta atua klub-klub diving (saat itu yang hadir dari Corona Diving Club).
Buat saya, latihan kali ini cukup berkesan. Berada di lingkungan militer merupakan pengalaman yang baru buat saya. Terlebih saat itu saya dan teman-teman sempat menginap semalam di tenda-tenda militer. Tidak ada lampu dan dinding. Gelap gulita dan dingin.
Latihan dilakukan dengan membagi-bagi kami menjadi beberapa grup. Awalnya kami dibariskan di pantai. Di laut kami memakai formasi yang sama, namun dengan posisi berkuda-kuda di dasae laut. Karena dasar laut saat itu berpasir dan ada 309 orang yang menyelam secara bersamaan dimana tidak semua orang memiliki buoyancy yang baik, ditambah arus sangat kencang, anda bisa bayangkan seberapa jelek visibility sata itu. Tidak terbayang oleh saya bagaimana nanti di Menado ketika 1500-an penyelam menyelam bersama-sama.
Berikut saya lampirkan foto-fotonya











