Jogja – Solo : Sendra Tari Ramayana di Prambanan (Part. 4, selesai)

Masih di hari ketiga, setelah dari pagi hingga sore jalan-jalan di Kota Solo, akhirnya kami pulang. Ini adalah hari terakhir kami sebelum pulang. Pada sore hari kami berkunjung ke Prambanan dan malam harinya nonton sendra tari di Prambanan.

Candi Prambanan

Di perjalanan pulang ke Yogyakarta kami singgah  di Candi Prambanan. Karena waktu itu kami dikejar-kejar waktu waktu, tak banyak informasi yang bisa digali. Kami disana hanya sekiar 20 menit. Hanya sempat mengambil gambar. Sayang agak mendung, warna langitnya jadi tidak bagus. Terlepas dari itu, saya sangat menyukai keindahan Candi Prambanan. Ingin rasanya kembali lagi dan mengambil gambar, tentunya dengan peralatan yang lebih lengkap.

Di depan CandiDari depan

Salah satu candi

Salah satu candi juga

Candi juga

Candi lagi

Candi lagi

Sendra Tari Ramayana

Di Prambanan biasa dipentaskan Sendra Tari Ramayana. Jadwalnya biasanya sekitar 2 atau 3 hari sekali (mereka sudah memiliki tanggal fix selama setahun). Sendra tari harusnya dipentaskan di outdor, namun karena sekarang musim hujan, pementasan dilakukan di dalam auditorium. Sebenarnya saya sangat ingin menononton yang outdor. Bayangkan saja, pementasaan sendra tari dimana latar belakangnya adalah Candi Prambanan yang disorot dengan lampu. Ditambah lagi pemantasan dilakukan dengan mengunakan api.  Pasti merupakan pemandangan yang luar biasa. Menurut jadwal mereka, pementasan outdor akan dilakanakan pada Bulan Mei hingga Oktober. Hmm, mudah-mudahan pada waktu tersebut saya bisa kesana.

Telepas dari itu, pementasa mereka malam itu luar biasa. Pemain-pemainnya begitu bersemengat, baik penarinya ataupun pemain musiknya. Lightning juga gak setengah-setengah. Efek cahaya lampunya benar-benar bisa memberikan suasana pada pementasan. Satu hal lagi, pemeran tokoh Shinta malam itu luar biasa cantik. Ini serius kawan, hingungnya mancung, kulitnya kunging langsat, badannya langsing, jari-jarinya pun bukan main lentik memperagakan tarian. Kalau mbak yang  memerankan Shinta malam itu membaca tulisan ini, saya cuma mau bilang, saya ngefans loh sama mbak..!! halah. 

Ramayana adalah sebuah cerita epos percintaan paling termahsyur di Indonesia. Hampir semua sendra tari biasanya menceritakan epos ini. Cerita ini dikabarkan berasal dari India. Pada akhirnya cerita ini berkembang menjadi banyak versi di Thailand dan Indonesia. Secara umum jalan ceritanya sama, hanya nama tokoh dan tempatnya saja yang kadang berbeda. Kalau di barat sana ada cerita Romeo dan Juliet, maka di Asia sini ada cerita Ramayana.

Ramayana menceritakan tentang romantika pencirtaan antara Rama dan Shinta. Shinta adalah seorang putri raja. Suatu ketika diadakan sayembara untuk menemukan pasangan Shinta. Setelah melalui perisriwa dramitis, maka keluarlah Rama sebagai pemenang dari sayembara ini. Akhirnnya Rama dan Shinta pun menikah.

Seorang raja yang bernama Rahwana dari Kerajaan Alengka bertemu Shinta dan langsung jatuh hati kepada Shinta. Rahwana menganggap Shinta merupakan titisan Dewi Widiowati yang ia sukai. Akan tetapi Rahwana tidak bisa bersama Shinta karena saat itu Shinta telah bersama Rama.

Suatu ketika Rama dan Shinta pergi berburu. Saat itu mereka bertemu kijang yang ternyata merupakan pennyamaran dari anak buah Rahwana. Rama ingin memanah kijang tersebut, namun ternyata kijang tersebut lari ke hutan. Shinta meminta Rahma untuk mengejar kijang tersebut. Seolah-olah tahu akan pergi jauh, sebelum pergi Rahma membuat pelindung untuk melindungi Shinta.

Rahma pun mengejar kijang sampai ke hutan selama berhari-hari. Alangkah kagetnya ia ketika mengetahui bahwa kijang tersebut merupaka jelmaan dari anak buah Rahwana. Sementara itu, selama Rahma pergi, Rahwana berusaha mendekati Shinta namun selalu gagal karena Shinta telah dilindungi oleh Rahma oleh lingkaran pelindung. Akhirnya dengan liciknya Rahwana menyamar menjadi pendeta tua. Shinta yang melihat pendeta tua tersebut merasa kasihan dan mencoba menolong, namun ternyata pendeta tersebut adalah Rahwana. Akhirnya Rahwana berhasil mendapatkan Shinta.

Rahma yang pulang dari berburu sangat kaget menerima kabar bahwa Shinta telah ditawan oleh Rahwana. Dalam keadaan yang sedang gundah gulana datanglah Hanoman meminta bantuan kepada Rama. Akhirnya Rama berhasil mebantu Hanonman. Sebagai hadiahnya, Hanoman bersedia membantu Rama untuk melawan Rahwana guna menyelamatkan Shinta.

Ramapun kemudian dibantu oleh Hanoman menyerang Rahwana. Setelah pertarungan yang sangat sengit, akhirnya Rahwana berhasil dikalahkan dan Shinta bisa kembali bebas. Akan tetapi setelah Shinta bebas, Rahma ternyata menolak Shinta karena ragu akan kesuciannya karena telah lama bersama Rahwana. Shinta yang sedih akhirnnya berusaha membakar diri. Ternyata Shinta tidak terbakar dan ini menjadi bukti bahwa Shinta ternyata tetap suci. Pada akhirnya Rama menerima kembali Shinta dan mereka kembali bersama.

Demikianlah cerita dari Epos Ramayana yang sudah disederhanakan. Sebenernya masih banyak ceritanya seperti Burung Jatayu yang mencoba menyelamatkan Shinta, atau cerita Rama ketika membantu Hanoman.

Kalau saya pikir-pikir, cerita ini mirip film-film India zaman sekarang. Semua soal perebutan wanita. Wanita pun hanya dihargai dari ‘kesuciannya’, lucu juga. Pantes saja kalau film-film Bolywood seperti ini semua, lah wong platform-nya cerita Ramayana. Cerita ini kalau jadi sinetron di Indonesia mungkin judulnya bakal “Rama dan Sinta” dan ditayangkan setelah “Aqso dan Madina”.

Rama dengan panahnya

Rama dan Shinta

Sinta dilindungi oleh lingkarang pelindung yang dibuat oleh Rama

Burung Jatayu yang berusaha menyelamatkan Shinta dari Rahwana

Shinta, Cantik banget penarinya...

Rahwana dan Adiknya

Rahma menolak Shinta karena ragu pada kesuciannya, what a stupid guy..

Well, demikian lah liburan 3 hari kami di Jogja dan Solo. Senang sekali rasanya karena akhirnya saya bisa mengunjungi banyak tempat di Jogya dan Solo. Mudah-mudahan dengan perjalanan ini wawasan bisa menjadi lebih luas, terutama wawasan tentang Kebudayaan Jawa dalam hal ini.

Selesai..

 

About these ads

6 thoughts on “Jogja – Solo : Sendra Tari Ramayana di Prambanan (Part. 4, selesai)

  1. mantap, cap!
    ayo k jogja lagi, ntr mampir k UNYIL ugm, oia, aku jg ada temen anak tari UGM yg jg sering pentas ramayana d prambanan,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s