Menulis adalah aktivitas yang melatih dan menggunakan kedua belah otak secara bersamaan. Otak kanan adalah bagian yang bekerja secara explode, lompat-lompat, imajinatif dan cendrung tidak teratur. Otak kanan cendrung menyukai kebebasan dan tidak ingin dibatasi. Bagian ini lah yang akan menstimulus ide dan akan melahirkan gagasan. Orang yang sedang brainstorming untuk mencari ide, berarti sedang memaksimalkan kerja otak kanannya. Untuk memulai sebuah tulisan, otak kananlah tempat awal bertolak. Otak kanan tidak hanya bekerja ketika melahirkan ide. Otak kanan bekerja ketika anda memberikan sentuhan sentuhan estetis kepada tulisan anda seperti mengatur gaya bahasa dan mengatur bagian mana yang dipertegas.
Setelah gagasan dan ide fix, saatnya otak kiri yang bekerja. Otak kiri adalah bagian yang bekerja secara sekuensial, logis dan matematis. Otak kiri akan memformulasikan dan mengorganisir menjadi sebuah tulisan. Otak kiri akan mengatur bagaimana kerangka karanganya, berapa paragraph yang diperlukan, dan sampai mana batasan tulisan sehingga tulisan dapat menjadi sebuah tulisan yang utuh.
Mengapa “Menulis dengan Hati” ?
Hati adalah term yang biasanya dipakai orang untuk menunjukkan sesuatu untuk merasa dan memiliki kaitan yang erat dengan emosi. Hati yang saya maksud disini me-refers ke otak kanan. Kenapa? karena dari otak kanan lah saya bisa memberikan roh kepada sebuah tulisan. Otak kananlah sang sutradara yang mengatur gaya bahasa, sehingga tulisan bisa lebih passionate ketika dibaca. Otak kanan lah yang mengatur agar sebuah tulisan bisa begitu dahsyat dan menggugah. Otak kanan jugalah yang mengatur sehingga sebuah tulisan dapat membuat orang tertawa atau bahkan menangis. Otak kanan lah yang akan membuat tulisan anda special, punya ciri khas yang berbeda dengan tulisan orang lain. Hati akan sangat berpengaruh dalam penyajian tulisan anda. Kata orang, ide bisa dicontek, tapi hati tidak akan pernah bisa ditiru siapapun.
Tulisan tanpa sentuhan otak kanan yang baik akan menjadi hampa, kaku, tidak bersemangat dan pada akhirnya menjadi tidak menarik. Hal-hal sederhana jika ditulis dengan bantuan otak kanan yang optimal akan menjadi begitu menarik.Banyak novelis yang novelnya laris keras karena ia bercerita sesuatu yang dekat dengannya, yang bahkan ia sendiri pernah pengalaminya. Hal ini membuat ia dapat menulis dengan sepenuh hati, sehingga novelnya akan terasa renyah ketika dibaca.
Apa isi blog ini?
Saat ini, blog ini akan berisi tulisan umum bebas yang bersifat informatif, inspiratif, ataupun hanya sekedar rekreatif. Tulisan dalam blog ini juga mungkin sedikit banyak akan ada sangkut pautnya dengan kehidupan saya, maklum ini blog pribadi. Kedepannya, jika saya sudah memiliki kapabilitas lebih untuk menulis, saya akan menulis sesuatu yang sifatnya lebih particular sesuai dengan kapabilitas saya nanti. Saya mengharapkan kedepannya tulisan saya akan dapat lebih berguna bagi pembaca atau bahkan lebih jauh lagi dapat memberikan kontribusi bagi khazanah ilmu pengetahuan di negeri ini.



2 Comments
March 7, 2009 at 7:52 pm
gimana kalo definisi menulis dengan hati adalah menulis secara spontan sesuai kejujuran hati ?
: )
March 11, 2009 at 11:11 pm
sebenarnya sama aja sih, tulisan yang passionate itu pasti tulisan yang jujur dan tidak dibuat2, hehe