Sehari di PT Dirgantara Indonesia (PT DI)

Liburan adalah waktu dimana saya bisa mencoba hal-hal baru. Banyak hal baru yang bisa kita lakukan saat liburan, mulai dari sekedar mencicipi makanan yang belum pernah kita makan sebelumnya hingga pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi. Pada liburan kali ini kebetulan saya berkesempatan untuk berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI). PT DI adalah salah satu industri berat di Indonesia yang memproduksi pesawat terbang. PT DI terletak di Bandung, tepatnya di daerah Pasteur.

PT DI menempati wilayah yang cukup luas, bahkan ada landasan pacunya sendiri. Sesekali terdengar bunyi pesawat take off dan landing. Mungkin sekilas tempat ini lebih mirip bandara ketimbang pabrik. Para pegawainya tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan gedung yang tersedia. Banyak ruangan-ruangan yang kosong dan tidak terpakai lagi. Saya jadi ingat peristiwa beberapa tahun silam dimana PT DI ketika itu melakukan PHK secara besar-besaran. Semenjak itu saya banyak mendengar berita-berita negatif tentang PT DI, seperti PT DI bangkrutlah, berhenti produksi lah, beralih fungsi menjadi pabrik panci lah, dll. Tapi setelah saya datang dan melihat dengan mata kepala sendiri, saya masih yakin PT DI masih punya taring. Bahkan sampai saat ini PT DI masih memproduksi pesawat sebanyak 2 setengah perbulan.

Pada awalanya kami (saya, Andika, dan Iqbal) ke PT DI untuk bertanya-tanya soal kerja praktek. Alangkah beruntungnya kami karena pada saat itu kunjungan kami ke PT DI tidak hanya berakhir di atas meja untuk membicarakan topik kerja praktek. Kami mendapat kesempatan untuk melihat langsung proses pembuata beberapa bagian pesawat dari dekat. Tidak banyak yang bisa melakukan hal ini. Jika ada kunjungan dari sekolah atau universitas, biasaya hanya diboleh melihat dari jarak beberapa meter, itu pun dari ruang kaca. Akan tetapi ketika itu kami dibawa langsung jalan-jalan ke dalam pabriknya.

Cerita bermula dari ketidaktahuan ibu-ibu bagian diklat atas pertanyaan kami tentang topik kerja praktek. Ibu-ibu tersebut mengira kami dari jurusan penerbangan, mesin, teknik Industri atau ekonomi. Selama ini kebanyakan mahasiswa yang melakukan kerja praktek di PT DI berasal dari jurusan-jurusan tersebut. Ketika kami mengatakan bahwa kami dari jurusan teknik elektro, ibu-ibu tersebut malah bingung. Awalnya kami membayangkan topik kerja praktek kami seputar sistem instrumentasi elektronik pesawat terbang. Pasti pesawat terbang memiliki sistem instrumentasi yang canggih, kami berharap bisa belajar banyak. Ketika kami menyebutkan jurusan kami, ibu-ibu tersebut malah mengasosiasikan kami dengan PLN. ”Wah dek, kalo PLN-PLN gitu biasanya disini jarang”, begitulah kira-kira perkataan beliau. Oke walaupun salah satu geudung kuliah kami ada yang merupakan sumbangan dari PLN, bukan berarti bisa seenaknya menidentikkan kami dengan PLN. Akhirnya beliau menyarankan kami untuk bertemu Pak Tarno untuk lebih lanjut mendiskusikan tentang kemungkinan-kemnungkinan topik kerja praktek.

Adalah Pak Tarno yang akhirnya mengajak kami untuk tur keliling pabrik. Beliau adalah Manager Bonding Composite and Surface Treatmen Aeorostructure. Beliau adalah seorang sosok sederhana, tapi dibalik keserhanaannya itu beliau memiliki rasa pengabdian yang tinggi. Saya masih ingat pesan beliau ketika kami berpamit pulang ”Kalian manfaat kan PT DI ini sebaik-baiknya, ini punya negara, kalau kalian mau belajar apa-apa tinggal kesini saja hubungi saya, gak perlu surat-suratan, ini memang sudah tugas saya”. Seharusnya dari nama bagiannya kami sudah tahu kalau kami masuk pada bagian yang salah. Namanya saja kurang ”elektro”. Bagian ini memang bagian yang membuat struktur pesawat terbang, bukan bagian instrumentasi elektronik seperti yang kami bayangkan. Mungkin bagian elektrifikasi pesawat ada di tempat lain. Di ruangan Pak Tarno kami berbincang banyak soal topik kerja praktek. Singkat cerita akhirnya beliau menawarkan untuk melihat-lihat dulu pabrik PT DI agar lebih mendapat gambaran tentang topik kerja praktek.

Pertama kami ditunjukkan terlebih dahulu controller untuk mengatur jumlah air yang dugunakan untuk memproduksi beberapa struktur pesawat. Untuk memproduksi struktur pesawat memang diperlukan air, saya juga kurang mengerti bagaimana detailnya. Intinya controller tersebut berbasis kan PLC (Programeable Logic Control). Ya, untuk bagian pertama sepertinya masih berhubungan dengan elektro. Kemudian kami dibawa lagi ke bagian manufaktur struktur pesawat. Pada bagian ini sudah mulai tidak terasa hawa-hawa elektronya. Pada intinya bagian ini adalah bagian yang membuat struktru pesawat. Bagian ini memfokuskan kegiatannya pada struktur fisik (bentuk dan dimensi) dan material penyusunnya. Struktur pesawat adalah salah satu komponen terpenting dari pesawat terbang itu sendiri. Struktur pesawat harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya kuat, ringan, dan yang paling penting presisis.

Kerangka pesawat dibuat dari bahan alumunium. Di bagian ini dibuat bermacam-macam kerangka pesawat. Pembuatan kerangka ini tergolong cukup rumit. Awalnya kerangka ini bermula dari bongkahan metal berbentuk balok. Pak Tarno mengatakan bahwa bongkahan tersebut diimpor dari Polandia. Harga satu bongkahannya saja berkisatn 400 juta. Harga yang cukup fantastis ”hanya” untuk sebuah logam polos. Ya begitulah nasib negara yang miskin teknologi, untuk bahan baku saja terpaksa impor. Bongkahan tersebut akhirnya dibentuk menjadi kerangka pesawat yang telah dirancang sedemikian rupa oleh beberapa mesin controller CNC. Sepertinya mesin ini cukup canggih. Saya melihat langsung dari dekat bagaimana mesin ini dengan gesitnya memotong, melubangi dan mengikis logam tersebut hingga menjadi bentuk yang diinginkan. Kata Pak Tarno mesin ini harganya berorde miliyaran.

Setelah bentuk kerangka jadi, kerangka tersebut harus kembali dicek dimensinya, seperti apakah panjang, tebal dan lebarnya sudah seperti yang diinginkan, atau apakah kerangka sudah memiliki bentuk seperti yang diinginkan. Kerangka yang rusak sedikit saja harus dilakukan perbaikan. Ruangan pengetesan juga bukan sembarangan ruangan. Ruangan tersebut telah distandarisasi dengan kondisi suhu 20 oC dan beberap kondisi lainnya. Setelah kerangka benar-benar telah sesuai dengan yang diharapakan maka barulah kerangka tersebut masuk kedalam tahap pengecetan dan pemberian kode produksi. Dari satu bongkahan metal yang berbentuk balok polos, kerangka yang dihasilkan berukuran cukup kecil, mungkin hanya 10% volume awalnya.

Untuk material penyusun permukaan pesawat (Surface Treatmen Aeorostructure) juga bukan material sembarang material. Seperti yang telah dipaparkan diatas, material penyusun pesawat haruslah material yang ringan seperti alumunium akan tetapi juga memilki kekuatan seperti baja. Material Composite lah jawabannya. Composite adalah istilah untuk campuran dua jenis material atau lebih dengan struktur tertentu. Banyak macam struktur dari composite, dari hanya dua layer biasa, hingga struktur seperti sarang lebah. Untuk pesawat terbang composite yang digunakan adalah jenis stuktur seperti sarang lebah. Composite ini dikenal dengan isitlah honeycom. Composite ini terdiri dari tiga lapisan, lapisan atas dan bawah sebagai permukaan dan lapisan tengah sebagai struktur sarang lebah itu sendiri. Biasanya material dari lapisan permukaan dan struktur sarang lebah tersebut merpakan dua material yang berbeda. Kalau saya tidak salah, salah satu material yang dipakai adalah jenis polimer. Composite honeycom memiliki kualifikasi yang sanga cocok untuk pesawat terbang : kuat dan ringan.

Kami juga diajak ke bagian pengetesan kualitas material tersebut. Material yang telah jadi akan dicek apakah terdapat keretakan ataupun kecacatan-kecacatan lainnya. Untuk mengecek kerusakan material ini tidak dapat hanya menggunakan mikroskop elektron saja. Mikroskop elektron hanya dapat melihat hingga orde nano meter. Ada beberapa kerusakan material yang tidak terlihat oleh miksorkop elektron. Oleh karena itu digunakan metoda gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik tersebut ditembakkan ke sample yang akan dites, dari pantulan gelomang tersebut barulah dapat kita ketahui apakah logam tersebut rusak atau tidak. Logam yang cacat akan memantulkan gelombang yang berbeda denga logam yang tidak rusak. Detailnya saya juga kurang mengerti.

Ada satu hal yang membuat saya bangga ketika itu. Anda tahu Airbus A 380? Pesawat terbaru keluaran Airbus yang saat ini beberapa maskapai terkemuka kelas dunia berlomba-lomba untuk memesannya. Ternyata beberapa kerangka pesawat airbus tersebut diproduksi di PT DI, ya oleh tangan-tangan anak bangsa ini, oleh tangan-tangan anak bangsa yang katanya indeks pembangunan manusianya menurun dari tahun ke tahun. Sungguh luar biasa..!! Perusahaan sekaliber Airbus saja begitu percayanya dengan kualifikasi PT DI sebagai pabrik komponen pesawat. Ya entah apa alasan Airbus untuk memutuskan mengimpor beberapa komponen pesawat dari PT DI untuk seri pesawat terbarunya. Yang jelas Airbus sudah percaya dengan kualitas PT DI. Padahal di negeri sendiri saya sering mendengar selentingan-selentingan rendah diri tentang PT DI. PT DI dipandang sebagai perusahaan yang sama sekali tidak berkelas. Contoh gampangnya saja ketika anak-anak di jurusan saya (dan mungkin di beberapa jurusan lain) memlih tempat untuk kerja praktek. PT DI pasti bukan menjadi pilihan utama. Kita pasti lebih terpaku untuk memilih perusahaan-perusahaan asing seperti Siemnes, Nokia, Fujitso ataupun perusahaan-perusahaan minyak seperti Tootal, ataupaun Chveron. Perasaan bangga saya tidak berhenti sampai disana. Kata Pak Tarno, untuk proses produksi di bagian ini, digunakan sebuah program hasil ciptaan orang Indonesia asli dimana algoritma dari program tersebut belum pernah ada yang menciptakannya di dunia. Kalau saya tidak salah, algoritma tersebut meyebabkan proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.

Sepintas kegiatan produksi di pabrik ini terlihat biasa-biasa saja. Namun jika kita melihat lebih jeli, saya dapat memberi pendapat bahwa saat ini PT DI berada dalam kondisi seadanya. Banyak infrastruktur yang sudah tua dan tidak terawat, beberapa ruangan yang berantakan dan orang-orang yang jauh dibawah kapasistas gedung adalah beberapa indikasi sederhana yang saya temukan. Seharusnya PT DI dapat lebih produktif dan lebih berkembang dari sekarang. Saya jadi membayangkan dulu ketia PT DI berada pada masajaya-jayanya yaitu pada zaman orde baru. Pasti ketika itu PT DI dipenuhi orang-orang sibuk yang mungkin untuk sekedar ngopi saja tidak punya waktu. Sungguh sial nasib PT DI, padahal dahulu ini cuma masalah politis. Orang-orang politik itu benar-benar tidak mengerti pentingnya PT DI. Padahal dengan industri-industri seperti PT DI lah bangsa ini dapat menciptakan nilai tambah yang sangat besar. Bayangkan, bongkahan logam plos yang diimpor dari Polandia dan berharga ratusan juta setelah diolah jadi kerangka pesawat di PT DI menjadi berharga jauh diatas itu. Belum lagi pembelajaran yang didapat dari manusia yang bekerja di sana. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dinilai harganya. Pada zaman dahulu SDM didikan PT DI telah diakui kemumpuniannya di dunia kedirgantaraan dunia. Mungkin visi inilah yang dahulu digagas oleh B.J.Habibie.

Industri pesawat terbang bukan lah sembarang indsutri. Membuat pesawat terbang tidaklah sama dengan membuat sepeda atau bajai. Diperlukan beberapa tahap bagi sebuah bangsa untuk dapa membuat sebuah pesawat terbang. Tidak semua bangsa di dunia dapat mencapai semua tahap tersebut. Hanya bagsa-bangsa bermartabatlah yang dapat melewati semua tahap tersebut, dan tahukah kawan, bangsa kita ternyata berhasil melawati tahap tersebut. Saya sudah buktikan dengan mata kepala saya sendiri. Saya sudah membutkikan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang bermartabat. Dengan memiliki industri berat seperti ini, seharusnya bangsa kita dapat menjadi salah satu bangsa yang disegani di dunia. Mulai sekarang, kita harus menghilangkan stigma-stigma negatif tentang diri kita sendiri yang selama ini kita pelihara. Sadarlah kawan, kita bukan orang bodoh, kita bukan bangsa tertinggal seperti yang diberitakan dimana-mana. Jangan percayai propaganda-propaganda pembodohan dan tidak membangun seperi itu. Bangunlah kawan, kita orang kuat..!!

NB : Mohon maaf klo foto-fotonya tidak bagus dan di luar ruangan semua, disana ada aturan dilarang mengambil gambar, saya berhasil mencuri-curi beberapa kali. :p

45 thoughts on “Sehari di PT Dirgantara Indonesia (PT DI)

  1. @ Bang ateng
    sudah lah, lupakan saja lhoksemawue itu, gak akan diproses teng, udah mau bangkrut soalnya, hahaha

  2. jangan pesismis kawan… kita akan kembali bangkit… sekarang aja pt di sudah mulai lmenggeliat dan banyak jpesanan pesawat di tahun ini.

  3. aduh aulia saya benar2 bangga…kepada anda…
    begitu nasionalismenya anda…
    saya adalah anak dari seorang pekerja di PT.DI yang merasakan ayah saya kerja pagi pulang malem hanya untuk mendapatkan rupiah dan kelangsungan hidup keluarga dan sekolah saya…saya juga bangga dulu dengan PT.DI di jaman pa harto…betapa meriahnya disana…ada acara apa saja keluarga pasti di ikut sertakan…sekarang tu…ga da…persetan dengan para politikus yang menganggap PT.DI sebelah mata…yang menganggap pak habibi merupakan antek2 ORBA…mereka tu semua cuman bisa berkomentar dan menjatuhkan…sampai akhirnya bangsa ini di ombang ambing dengan politikus busuk dan para koruptor…coba saja APBN yang ada beberapa persennya untuk riset teknologi..kita pasti mampu bersaing dengan negara lain,,,yah pokoknya saya bangga dengan apa yang anda katakan di blog itu…maju terus dunia penerbangan indonesia…….

    • Wah,, asyik tuh bisa KP di PT. DI,,,,boleh tau persyaratan buat KP d sana n akomodasi apa aja yang diberikan ke mahasiswa ???thankz,,,

  4. @bajul
    ya, kita harus optimis, hehe
    salam kenal

    @yudha
    wah senang sekali tulisan saya di baca oleh orang dari lingkungan PT DI, salam kenal

    @jiga sahawa
    salam kenal, ^^

  5. benar-benar keren tu PT DI. Airbus aj percaya sama PT DI kenapa Qta tidak?? qta harus percaya dan bangga mempunyai perusahaan yang keren sperti itu. bkan kayak koruptor dan politikus yang hanya makan uang rakyat dan mengorbankan perusahaan se keren itu.. jayalah INDONESIA

  6. Jadi pengen tau lebih banyak lagi. Tapi katanya ada khabar PT DI juga membuat pesawat stealth? pernah liat juga di salah satu blog yang kurang terkenal. Benar ga tuh?

  7. saya salut ternyata masih ada mahasiswa yang memperhatikan kelangsungan industri strategis milik NKRI ini,semoga info yang anda sampaikan bisa diteruskan ke seluruh masyarakat Indonesia. Sekedar untuk diketahui bahwa sesungguhnya keberadaan PT. DI sama strategisnya dengan keberadaan NASA andaikata digabungkan dengan LAPAN, namun lagi-lagi dikarenakan para politisi dan wakil rakyat yang duduk di DPR tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya suatu negara akan memiliki pertahanan yang kuat jika negara tersebut memiliki potensi dirgantara yang kuat. Mari kita renungkan bersama untuk membangun bangsa ini…….

  8. nice post…
    saya kerja di PT Di
    saya bangga tapi ada malunya, ya karna produksi pesawanya ga sebanyak dulu. kebanyakan kita buat komponen pesawat dari perusahaan asing..
    proyek N250 ga bisa jalan….
    duh sedih kalo liat pesawat N250 yang setengah jadi
    disimpen diluar hanggarnya yang cuma ditutup sama terpal doang…. hiks…hiks….

    doain deh supaya Pt Di kembali seperti dulu…

  9. di do’ain mas, nggak hanya spt dulu tapi lebih. Tapi kebiasaan yg kurang baik dari temen2 di PT DI ya harus di rubah, insya allah tambah dan lebih maju

  10. Salam kenal,,btw saya seorang mahasiswa di mataram (NTB) yang tertarik akan dunia kedirgantaraan,,,mw nanya nich,,,persyaratan KP di sana apa saja ya n akomodasi yang diberikan ???

  11. Sory ne bang feizal,,mw minta bantuannya lg,,,,kalo no.fax pak tarno punya gk bang,,,atau no. hpnya mungkin????rencananya mw ngirim surat lamaran PKL ke sana,,cz mau langsung ke Bandung jauh bgt bang,,maklum saya di daerah Prov. NTB

      • hallo

        salam kenal mas auliafeizal,
        saya zul. saya orang tua dari anak yang sekolah di
        SMK, saya mau tanya kira2 untuk PKL di PT DI apa
        persyaratannya, di karenakan anak saya tinggal di blitar
        jadi saya urus untuk keperluannya. kebetulan saya
        tinggal di bandung

        terimakasih

        zulkifli

      • maaf baru membalas, saya tidak begitu tahu pak soal itu, tapi kalau ingin tahu saya bisa berikan kontaknya, kontak saya melalu email pribadi saja, terima kasih

  12. Gw juga mau kp di pt.di semester ini bro. Hahaha. Doakan supaya lancar y. Gw dari teknik metalurgi itb. Tentang komposit logam, alloy, dll itu kebetulan masih cakupan ilmu metalurgi🙂

  13. Sebuah tulisan yang inspiratif Pak Aulia Feizal,

    Semoga IPTN kembali jaya dan mengangkat martabat bangsa ini.
    Mari kita semua, bangkit dan membangun bangsa ini.

  14. wah,,, mantaff bro,, tulisan blog yang sangat inspiratif… saya juga lagi cari perusahan untuk kerja praktek dan jurusan yang saya tempuh sama teknik elektro. saya tertarik KP di PT. DI tapi selalu bertanya” apakah bisa teknik elektro KP di perusahan tersebut? topik apa yang harus di ambil di perusahaan tersebut?
    smoga bangkit kembali industri pesawat terbang Indonesia..

  15. emang anjing itu org2 politik…
    pintar Ngebacot tp otaknya kayak tai anjing….
    Yg dipikirkan dirinya sendiri tp buat Bangsa Nol BESAR….
    Teriak anti Korupsi SEndirinya KOrupsi….
    Maling teriak maling…

  16. saya salah satu karyawan di pt.di
    saya bangga sama post kamu disini
    awalnya juga saya memandang ‘sebelah mata’ perusahaan tmpt saya bekerja ini
    namun skrg saya bangga dgn pt.di
    saat ini pt.di banyak menerima order untuk pembuatan komponen pesawat
    hal itu membuktikan bahwa karya anak bangsa mendapat pengakuan secara internasional
    kalau kamu tau alasan knp dahulu pt.di sempat down dan memutuskan hak kerja sekian ribu pegawainya, saya yakin, kalian pst gusar..
    tp biarlah masa lalu menjadi pelajaran kita bersama
    agar negara kita tdk menjadi bulan-bulanan negara” adidaya yang hny bs menginjak-injak harga diri dan kesatuan bangsa kita..

  17. Halo mas,
    Sy salah satu mahasiswa teknik mesin konstruksi dan sy sangat tertarik KP di PT.DI, mas bisa kirim ke email ku ga info2 mengenai KP di PT.DI soalnya kalo mau langsung kesana kejauhan soalnya sy mahasiswa dari makassar. Ini emailku : ridhoocatur@yahoo.com

    Terimakasih sebelumnya

  18. ada musuh habibie pernah jadi mentri bapenas..pegawainya mbacot memusuhi habbibie di tulisan2nya..setelaj jadi menteri ga becus…pegawainya masih bacot saja dan jadi pengamat..itulah sebagian orang kita….bacot..and bacot…jadi orang pinter kita pada lari keluar negeri…sekarang mari jangan gubris parapolitkus busuk..majukan ptdi….

  19. sy jg dari instrumentasi elektronika mas.. alhamdulillah desember ini ada panggilan interview di PT.DI doakan saya semoga bisa lulus bekerja disana dan bisa turut serta mengembalikan kejayaan bangsa di bidang dirgntara.. Amiinn.. o:)

    sebuah kehormatan besar bagi saya diberi kesempatan untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yg besar lewat bidang dirgantara..🙂

  20. saya bangga kepada bangsa indonesia yang mempunyai PT DI
    pak habibie, ayo kembangkan lagi dan buat pesawat setara 787- dream liner….

    Best regards,
    nur ari /
    Aircraft Structure Technician
    Cell Phn. (62)
    Office. (62-21)

  21. Mas sy mau ajak anak2 dr sekolah utk field trip ke PT. DI, bs mnta info siapa dan no kontak nya PT. DI utk rencana kunjungan ini? Tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s