Nautika Goes to Bali (Photos Part 1)

Disaat-saat teman-teman saya lagi sibuk-sibuknya kp, saya malah asik jalan-jalan ke Bali. Sebenernya tepatnya bukan jalan-jalan, tapi belajar sambil jalan-jalan. Ya saya bersama teman-teman saya dari Unit Selam Nautika ITB beberapa hari yang lalu belajar tentang transplantasi terumbu karang di Bali. Kita “nebeng” belajar dari proyek serupa yang lagi dikerjain sama Balai Wilayah Sungai Bali Penida Dinas Pekerjaan Umum Bali. Kita berangkat ber-11 orang : Saya, Bowo (SI06), Gege (FT04), Indra (GM05), Adnan (GM05), Arlin (MI05), Nina (OS04), Peye (KL05), Carol (AR04), Aci (BI04), dan Asri (BI06)

Ini kunjungan saya yang ke dua kalinya ke Bali. Kunjungan saya ke Bali kali ini terasa cukup berbeda dengan kunjungan saya yang sebelumnya. Pada kunjungan saya sebelumnya, saya pergi bersama keluarga saya. Kami menggunakan jasa travel, oleh karena itu semua sudah tersedia dengan baik : tinggal di hotel bagus, tranposrtasi mobil pregio, makan di tempat enak, dll. Saya tidak perlu pusing-pusing lagi mengurus ini itu. Semua sudah beres.

Kunjungan saya yang kemaren terasa lebih membumi. Semua diurus sendiri. Kita nginep di losmen 70 ribu / 3 orang / hari. Transportasi yang kita punya adalah sebuah mobil kijang lama buatan tahun 90-an yang harus diisi oleh 11 orang. Belum lagi perlatan selam yang segambreng-gambreng. Kita seperti main tetris di mobil. Kita juga sempet ditilang sama Pak Polisi Bali. Dari ancaman denda 3 juta sampe akhirnya cuma 50 ribu, itu pun dari duit receh hasil patungan. Udah gitu Pak Polisinya masih kekeh buat ngecek duitnya pas apa nggak. Tidak perduli gimana caranya pokoknya harus muat. Dinamika perjalanan pun begitu terasa. Si A kesel sama si B, Si C kesel sama si D. Belum lagi yang pundungan. Budget juga membengkak dari rencana awal. Maklumlah di Bali semua harga standar bule, apa-apa mahal. Saya terpaksa meminta budget ekstra kepada orang tua saya, itupun sudah menguras tabungan saya. Tapi kadang inilah salah satu yang berharga dari sebuah berjalan. Kita bisa belajar bagaimana memahami orang dan belajar ikhlas untuk mengalah.

Tidak banyak tempat yang sempat kami kunjungi di Bali karena memang dari awal tujuan kami ke Bali adalah untuk diving. Kami hanya sempat ke Kuta, Tulamben, Art Center, Erlangga (toko oleh-oleh), Sanur, Jimbaran, Pure Besakih, dan Ubud. Itu pun tidak semuanya lengkap. Tempat yang paling saya sukai adalah Kuta. Saya suka tempat ini bukan karena banyak turis yang berjemur atau suasana jedagjedunya sepanjang malam, tapi karena pantainya suasana pantainya. Entah kenapa saya suka pantai kuta, apalagi kalau malam. Saya beberapa kali datang sendiri ke pantai ini malam-malam hanya untuk sekedar menikmati suasana.

Satu lagi, saya suka dengan Radio 100,6 FM Bali. Ini radio luar biasa, 24 jam nonstop hanya memutar musik, tidak ada suara penyiar apalagi iklan. Nama radio saja tidak pernah disebut sama sekali. Dan tahukah musik apa yang diputar? Ya musik jedagjedug a.k.a. ajepajep a.k.a. dugem atau apalah namanya. Saya termasuk orang yang suka dengan musik seperti itu, bukan karena saya suka hiburan malam, tapi karena musik seperti itu membuat saya rileks. Beat musik seperti ini senada dengan denyut jantung. Terlebih musik seperti itu tidak memeliki lirik dan monoton. Kita tidak perlu pusing dimana awal dan dimana akhirnya, dimana reff, dimana chorus, dan dimana interlude. Cukup dengarkan saja. Akibatnya ketika mendengarkan musik tersebut, otak kecil kita yang bekerja sehingga saya bisa terbebas dari kegiatan berpikir. Cukup ampuh bagi saya untuk menghilangkan stress.

Berhubung saya sedang malas bercerita panjang-panjang, maka saya postingkan saja foto-fotonya. Kalau kata orang barat, Picture tells you more. Dikarenakan kita makhluk amfibi, maka saya bagi dua foto-fotonya, edisi pertama foto-foto di darat, edisi kedua foto-foto di laut.

Sebelum turun ke laut, kita briefing + kuliah singkat dulu…

Karena perginya lewat Pantura, kita sempet lewat PLTU Paiton. Sepertinya macho juga kalau membayangkan berdiri ditengah-tengah tempat seperti itu sambil make helm proyek dan baju lapangan. Hehe..Obsesi calon enjiner

Aci dan Carol lagi diatas feri penyebrangan Ketapang – Gilimanuk

Balai Wilayah Sungai Penida Bali, tempat kami “nebeng” belajar – Terima Kasih Pak Putu Edi dan Pak Prast…

Sebelum turu ke laut poto dulu ah.. (perhatiin deh, ni foto cowo vs cewe banget, kalau cewe ngumpul ngapain kalo cowo ngapain)

Foto Bersama Pak Prast

Sunrise di Sanur

Bebas Lepas (Model : Carol dan Aci)

Sunset di Jimbaran

Di Besakih (sial gua gak ikutan)

Aci Narsis

Pemandangan dalam perjalanan ke Tulamben

Makan bebek bengil di Ubud. (Mahal beut, sampe2 satu porsi berdua)

Ehm2… Sepertinya di Nautika perlu dibentuk divisi gosip

Pertanyaan sulit : tebak mana yang Nina?

Gak punya duit buat nginep, poto-poto didepannya pun jadilah

Kenang-kenangan buat Pak Prast – Terima Kasih Pak..

Gege borong oleh-oleh di Erlangga

Makan Eskrim, nyam.. nyam…

Di Art Center..

-From Bali With Love-

6 thoughts on “Nautika Goes to Bali (Photos Part 1)

  1. hehh..
    ternyata lo jail di blkg gw..
    erase it dumb!!
    “ini gak seperti yang lo pikirin capp..”,like someone’s say on poppies street..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s