Efek “Birth Order”

bo

Kemaren kebetulan ada tes listening waktu saya les EF. Topiknya tentang the effects of birth order. Birth order adalah urutan kelahiran kita kita dalam sebuah keluarga. Saya kira topiknya cukup menarik, jadi saya coba tulis yang saya ingat di sini. Mohon maaf klo banyak pake Bahasa Inggris, soalnya ini hasil dari listening. Ada beberapa istilah yang sulit untuk dicari padanan katanya dalam bahasa Indonesia.

Dalam sebuah penelitian, dibuktikan bahwa ternyata birth order memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam pembentukan kepribadian kita. Adalah Dr. Alfred Adler yang pertama kali memaparkan hal ini. Dalam studinya, ia membagi birth order menjadi tiga : the only one child / the firs born (anak pertama), the middle born (anak tengah-tengah), dan the later born (anak bungsu).

Anak pertama  atau anak satu-satunya biasanya memiliki kecendrungan untuk melihat hidup secara serius. Mereka selalu berusaha melakukan banyak hal dengan benar, tidak menyukai kegagalan dan cendrung perfeksionis. Bahkan sering kali anak pertama tidak happy dengan achievment yang telah didapat. Mereka selalu berfikir bahwa dirinya belum melakukan sesuatu secara maksimal. Akibatnya mereka menjalani hidup terlalu serius.  Akan tetapi disamping itu, mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk menjalani hidup. Mereka juga adalah seorang problem sovler yang baik. mereka  juga biasanya memiliki pola pikir yang koservatif.

Anak pertama biasanya patuh terhadap peraturan dan sangat moralistik. Mereka sangat berpotensi untuk sukses. Di lingkungan sekolah, biasanya anak pertama selalu mendapatkan nilai yang baik. Dalam dunia kerja, mereka juga sangat berpotensi untuk mencapai level yang tinggi dan mendapatkan gaji yang besar.  Anak pertama sangat cocok untuk berkarir di bidang akademik (sains), medis dan law. Banyak tokoh-tokoh negarawan sukses yang merupakan anak pertama, antara lain Winston Churchill, Bill Clinton, Hillary Clinton,  Jimmy Carter, Joseph Stalin, Mussolini, Che Guevara dan Saddam Hussein.

Kenapa mereka bisa seperti itu? Orang tua biasanya menaruh harapan yang sangat tinggi terhadap anak pertama. Orang tua mereka selalu khawatir terhadap kesuksesan anak pertama. Mereka mendapat banyak perhatian tidak hanya dari orang tua mereka namun dari lingkungan sekitarnya. Mereka juga mendapat banyak tanggung jawab bahkan di usia yang relatif muda. Banyak orang tua yang memperlakukan mereka seperti orang dewasa. Mereka jadi terbiasa untuk berada di lingkungan orang dewasa. Akibatnya mereka tumbuh dewasa secara cepat. Tuntutan bagi anak pertama biasanya memang luar biasa besar.

Birth order yang berikutnya adalah kelas the later born atau anak bungsu. Orang tua biasanya memperlakukan anak bungsu tidak se-strict anak pertama. Mereka membiarkan anak bungsu untuk melakukan apa yang disukai. Orang tua mereka berfikir lebih rileks untuk mendidik anak bungsu. Akibatnya anak bungsu cendrung lebih bisa mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya. Merekapun menjadi orang yang lebih kreatif dari saudara-saudaranya. Saking kreatifnya, sering kali anak bungsu memberontak orang tua mereka.

Anak bungsu biasanya memilki pribadi yang menyenangkan. Mereka easy going dan punya pergaulan yang luas. Mereka juga biasanya adalah orang-orang yang charming di lingkungan mereka. Mereka  biasanya sangat affectionate dengan orang-orang disekitar. Mereka adalah orang yang sangat enjoy untuk menjalani hidup. Mereka juga mampu membuat orang melakukan apa yang mereka inginkan.

Tidak seperti anak pertama, anak bungsu biasanya tidak begitu suka lingkungan sekolah dan tidak perduli dengan achivement. Akibat dari perlakuan yang seperti itu, anak bungsu biasanya less-self control. Mereka juga cendrung risk- taker. Mereka juga sangat senang dengan show off. Karir yang cocok untuk mereka adalah di bidang sales dan entertaiment.

Kelas birth oder yang terakhir adalah midle child (anak tengah, bukan anak sulung bukan juga anak bungsu). Anak tengah biasanya sangat diplomatis. Mereka memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik. Tidak hanya kemampuan berkomunikasi, mereka juga memliki soft dan social skill yang sempurna. Mereka sangat pintar untuk bernegosiasi dan make compromise.  Mereka terkenal sebagai orang yang sangat manipulatif.

Sangat sulit untuk menjadi anak tengah. Anak tengan biasanya tidak mendapat banyak perhatian baik dari orang tua ataupun dari lingkungan mereka. Orang tua mereka juga biasanya tidak menaruh harapan yang besar kepada mereka. Mereka tidak mendapat perhatian lebih. Akibatnya mereka sering bereksperimen. Sangat memungkinkan mereka untuk mencoba-coba cara baru dalam melakukan sesuatu. Seterusnya mereka menjadi tipe self-learned yang baik. Mereka juga sangat open mind dan independent.

Karena mereka relatif kurang mendapat perhatian dari lingkungan mereka, anak tengah biasanya mendapat banyak kesempatan untuk belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. Mereka sangat mengerti  arti memberi dan menerima. Akibatnya mereka memiliki tidak hanya banyak teman, tapi juga sahabat yang banyak. Mereka sangat menghargai sebuah hubungan pertemanan. Disebutkan bahwa anak tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk sukses dalam perkawinannya.

Apakah kepribadian seperti yang dibahas diatas cocok dengan anda? Saya pribadi menemukan banyak kesamaan dengan diri saya. Akan tetapi, informasi diatas tidak akan 100% benar. Kepribadian adalah sesuatu yang dibentuk selama bebebrapa lama yang sangat dipengaruhi oleh pola interaksi kita dengan sekitar. Kepribadian seperti yang dibahas diatas terbentuk akibat pola interaksi antara si anak, orang tua, sesama anak dan lingkunganya. Karena pola interaksi yang terjadi umumnya stereotype, maka watak yang terbentukpun menjadi stereotype.

Akan tetapi saat ini sudah banyak keluarga-keluarga yang tidak konservatif dan sudah keluar dari stereotype tersebut. Mereka mendidik dan memperlakukan semua anak dengan sempurna. Akibatnya informasi diatas tidak lagi berlaku. Terlebih lagi, zaman sekarang seorang anak lebih banyak bergaul di luar rumah. Hal ini menyebabkan watak dan kepribadian mereka lebih banyak terbentuk di luar rumah. Memang dalam pembahasan diatas disebut kata lingkungan, akan tetapi lingkungan yang dimaksud diatas adalah lingkungan yang sifatnya dekat, bukan lingkungan yang tidak berhingga. Informasi tersebut akan berlaku dengan syarat si anak memiliki lingkungan yang terisolir hanya di keluarga mereka dan keluarga mereka memperlakukan anak-anaknya secara konservatif.

Walau pun informasi diatas adalah hasil dari sebuah studi saintific, hal yang perlu diingat adalah tidak ada yang pasti benar dan eksak dalam sebuah studi sosial. Studi pun pasti dilakukan dengan survey dan pengolahan statistik. Jika anda mengambil mata kuliah statistika, dalam analisa data statistik, pasti terdapat deviasi dan error tersendiri. Jadi tentu saja hal informasi diatas tidak 100% benar.

Sumber gambar : http://adultsiblingrivalry.com/image/birth-order.jpg

15 thoughts on “Efek “Birth Order”

  1. @imi
    yang sama yang mana aja mi?
    pasti yang terlalu serius ya? hehe

    @nanda
    makasih apresiasinya… Pendapat saya cuma di tiga tulisan terakhir, selebihnya saya dapat dari tes listening.

  2. cap…banyak kesamaannya cap…tapi cuma yang bagian skillnya aja…kalo kondisi emosionalnya banyak yang gak benernya (seenggaknya dari bagian keluarga gua…sampling eror kali yah gua…hehehe…)…

    “Anak tengah biasanya sangat diplomatis. Mereka memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik. Tidak hanya kemampuan berkomunikasi, mereka juga memliki soft dan social skill yang sempurna. Mereka sangat pintar untuk bernegosiasi dan make compromise. Mereka terkenal sebagai orang yang sangat manipulatif.”

    ade gua banget nih yang anak tengah…soft skillnya gokil bener…ampe ngeri ngeliat bakat alaminya…hahaha…

  3. @yoka
    hidup anak tengah…!! haha

    @ray…
    gua emang agak interest sama hal2 yang berbau psikologi ray, jadi inget, lagian ini kan tes ray, jadi gua bener fokus dengernya + take a note, jadinya inget deh

    waw, selamat deh rey klo tepat semua.. hehe
    klo lu perhatiin di film2, pasti karakter dari tiap anak ngikutin aturan di atas

  4. kok gw aneh ya campuran anak pertama n anak bungsu.. padahal gw anak bungsu hehehe…. dan jujur, gw sangat peduli dengan achievement cap..hahaaa…

  5. hi there..u got great stuff to talk about…n_n
    er, it depends on how old are u n ur siblings though… when i was little, i(as d last child) acted like a grown up…hha, not match with this article, but yeah, i’ve changed A LOT! n now, ehm, im acting such a rebelliant(n damn proud of it, lol)
    so, i conclude that, mostly it is true… nice one

  6. itu gambarnya juga kyknya menunjukkan perbedaan sikap berdasarkan birth order juga ya..hehe..

    mantap2..sedikit banyak mengena, tp sebagai anak tunggal gw puas-puas aja sih sm achievement gw sampai saat ini,,hehe..

  7. Gw anak tengah.. Agak mirip sama deskripsi di atas. Tp gk semua sih,, gw gk gaul soalnya.. Temen gw dikit. Dulu sempet sih kepikiran nyokap gw gk merhatiin gw,soalnya nyokap gw gk pernah marahin gw gr2 balik malem terus dr kampus. Pas nyampe rumah,bahkan pintu pun gk dikunci yg artinya gw bs pulang jam berapa aja,nyokap gw udh tidur haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s