Terbiasa Tertekan

Dalam sebuah kelas Rekayasa Termal dan Mekanika Fluida, dosen saya menjelakan bahwa besarnya tekanan di permukaan bumi / permukaan laut adalah 1 atm. Tekanan 1 atm tersebut adalah tekanan yang sehari-hari kita terima. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah seberapa besarkan tekanan 1 atm tersebut? Pernahkah kita mencoba untuk mencari gambaran seberapa besar tekanan 1 atm tersebut?

Pertanyaan seperti ini sama saja dengan pertanyaan : Seberapa panjangkah 1 km? Seberapa beratkah 1 kg? Untuk orang-orang yang belum memiliki sense pasti sangat sulit untuk memberikan gambaran dari jawaban pertanyaan tersebut.

Untuk dapat menggambarkan seberapa besar 1 atm, salah satu caranya adalah dengan membandingkan dengan suatu besaran yang dapat dengan mudah kita bayangkan. Sebagai contoh,  1 km panjangnya kira-kira sepanjang 67 mobil bus yang berjejer. Untuk tekanan, kita akan mencoba untuk membandingkannya dengan kedalaman kolam renang. Hampir semua dari kita pasti pernah berenang, jadi kedalaman kolam renang pastilah dapat kita bayangkan dengan mudah.

Tekanan di kedalaman h

Tekanan di kedalaman h

Rumus dapat kita gunakan adalah rumus tekanan hidrostatik fluida :

p = ρgh

dimana :

p = tekanan (pa)

ρ = massa jenis air (kg/m3)

g = percepatan gravitasi (m/s2)

h = kedalaman air (meter)

Kita masukkan nilai p sama dengan nilai tekanan di permukaan bumi

p = 1 atm

1 atm = 105 pa = 105 F/ m2

Masukkan ke rumus di atas :

p = ρ x g x h

ρ air = 1000 kg/ m3

g di bumi = 10 m/s2

105 F/ m2 = 1000 kg/ m3 x 10 m/s2 x h

h = 10 meter

Apa artinya? Artinya tekanan 1 atm yang biasa kita terima sehari-hari sama besarnya dengan tekanan yang anda rasakan jika anda menyelam di kolam renang sedalam 10 meter. Luar biasa besar. Jika anda menyelam sedalam 5 meter saja biasanya telinga anda sudah sakit rasanya. Bagi anda yang suka menyelam, tentunya anda tau seberapa besar tekanan air di kedalaman 10 meter.

Bayangkan seorang bayi yang lahir ke dunia dan baru saja keluar dari rahim seorang Ibu lansung ditekan sebesar 1 atmosfer, kemudian bayi tersebut langsung menangis dan sungguh ajaib ternyata bayi tersebut bisa survive hingga sekarang. Bahkan saat ini kita sudah tidak lagi merasakan 1 atm tersebut, padahal seperti yang telah kita temukan diatas, 1 atm bukanlah tekanan yang kecil.

Benar-benar salah satu tanda-tanda kekuasaan tuhan. Sudahkah anda bersyukur?

14 thoughts on “Terbiasa Tertekan

  1. itu P gauge cup, P relatif terhadap permukaan bumi, bukan P absolut (ngeles, haha…)

    gua emang sengaja menyederhanakan variabel-variabel yang gak perlu, soalnya ini tulisan segmentasinya kan umum, yang penting maksud gua tersampaikan tanpa mengurangi maknanya

  2. WOW…nice post cap…gitu yah…keren juga donk yah…ibaratnya kita setiap hari digencet sana sini tapi gak berasa kegencet…gokel…keren bener yah berarti badan kita cap…

    “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan…”

    >:]

  3. eh cap…artiin ke bahasa inggris donk artikelnya…trus taroh di basement brat…bagus bet tuh artikel2 kek gini…buat pengetahuan umum…fakta2 aneh tapi nyata…hehe…

  4. gak khusus elektro juga ko cap…terserah mau apaan isinya…asal pake bahasa inggris n nambah pengetahuan kita…hehe…tulisan hercup aja tentang forex ko…🙂

  5. mm, dear kecap, bner kata hercup deh,
    klo ga salah ya,
    jadi persamaan hercup bner:
    p = density * g * h + patmospher,

    nah, lo mau itung 1 atm berapa ketinggiannya?
    ya tinggal dicoret aja p sama patmospher (karena lo pke p gauge toh)
    jadi ketinggiannya nol deh.

    dari logika juga ga mungkin tekanan yang kita dapat sehari2 sama dengan tekanan 10 meter, toh kita bisa rasain.

    CMIIW… no offense loh, cuma pengin berpendapat

  6. @prama / andika

    ah andika ini… gak dibaca baik2 tulisan gua

    maksud gua itu, gua pengen nyari seberapa dalam di air yang menyebabkan tekanan berubah 1 atm. Jadi bisa langsung dihitung dari p = density * g * h

    sebenarnya klo mau lengkap bisa aja nilai p yang pengen gua cari dimasukin 2 atm, karena tekanan absolut di kedalaman 10 meter itu 2 atm (2 kali lipat di permukaan bumi). Nah baru deh itu gua pake rumus p = density * g * h + patmospher,
    2 atm= density * g * h + 1 atm
    1 = density * g * h
    toh sama aja kan,

    baca lagi lah dik bae2, lu udah lulus juga, haha

    @hercup
    salah mengerti itu andika

    @iqbal
    haha

  7. ahahaha… iya, udah dbaca baik2 nih, tapi ya udah dibahas hercup, penekanannya, hahahaha.
    well, yaudah, gw mengakui kesalahan yang ga dapet menangkap maksud lo, hihihi, piss ah cap..

  8. Di satu film, orang yang di luar angkasa yang baju pelindungnya tiba-tiba rusak, darahnya langsung muncrat (ih, sadis sih). Apa karena tekanan juga? Kalo iya, brarti yang pas buat manusia cuma kondisi di bumi dunks. Dilihat dari kandungan udaranya, keberadaan air, suhu, terus tekanan juga?

    • saya rasa iya mbak, tekanan di luar angkasa itu o atm, sementara jantung kita memompa darah di pembuluh dengan tekanan yang cukup besar. Tekanan di ujung2 pembuluh darah kita besarnya 1 atm (sama besar dengan tekanan udara di bumi). Jadi nya darah tidak terus terpompa keluar pemburuh darah.

      Ketika di luar angkasa, dimana tekanan darah di luar tubuh menjadi 0 amt (lebih besar dari tekanan darah di ujung pembuluh darah yang sebesar 1 atm), maka tentu secara logika darah akan muncrat terpompa keluar. Mengerikan juga ya… hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s