Sail Bunaken 2009 : Tumpah ruah di Malalayang (part. 2, selesai)

Seperti yang telah saya beritahu diatas, tujuan utama kami ke Menado adalah untuk berpartisipasi dalam acara pemecahan rekor dunia penyelaman terbanyak dan rekor upacara memperingati hari kemerdekaan pertama di dalam laut. Acara ini merupakan acara yang diadakan oleh pemerintah melalua Departemen Perikanan dan Kelautan, Departemen kebudayaan dan pariwisata dan TNI Angkatan Laut. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Malalayang dekat kota Menado.

Awalnya pemecahan rekor penyelaman ini direncanakan sebanyak 1500 orang, namun akhirnya peserta yang terdata di Guinnes Book of World Record sebanyak 2400-an orang. Peserta pemecahan rekor ini datang dari berbagai kalangan. Yang paling utama memang dari kalangan militer seperti Marinir, Kopasus, Kostrad, dan sebagainya. Untuk kalangan sipiln peserta berasaal dari berbagai instatnsi baik pemerintah maupun swasta, perwakilan POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) tiap daerah, mahasiswa, pelajar, dan berbagai klub-klub selam dari seluruh Indoensia. Inspektur upacara sendiri langsung dipimpin oleh Bapak Wa-KSAL. Rekor penyelaman terbanyak sebelumnbya dipegang oleh Maladewa dengan 900 orang penyelam. Sementara untuk rekor upacara memperingati hari kemerdekaan di dalam laut sendiri, baru kali ini diadakan.

Perasaan saya sangat senang menjadi bagian dari 2000-an orang yang turut berpartisipasi dalam memecahkan rekor ini. Ini memang bukan sebuah prestasi, saya pun hanya bagian kecil dari acara ini,  tapi ada perasaan puas yang saya rasakan. Bayangkan saja ada 2400 orang tumpah ruah di Pantai Malalayang dan menyelam secara massive dalam satu waktu. Berada di tengah-tengah ribuan orang di tengah laut dengan latar kapal perang TNI, dengan diiringi suara nyanyian lagu mars yang terus diteriakkan para militer  ditambah dengungan suara helikopter yang terbang rendah kesana kemari merupakan pengalaman yang luar biasa. Entah kapan lagi ada acara seperti ini.

Kami juga berkesampatan untuk melakuka fun dive di Bunaken. Taman Laut Bunaken letaknya tidak jauh dari Kota Menado, bahkan dari pinggir pantai Menado kita dapat melihat dengan jelas Pulau Menado Tua dan Pulau Bunaken. Walaupun sudah banyak berita menyebtukan Taman Laut Bunaken sudah tidak sebagus dulu, tapi buat saya dan teman-teman yang berasal dari Indonesia bagian barat, tetap saja Bunaken begitu mempesona. Kejernihan air lautnya luar biasa. Kami menemukan penyu yang panjangnya tempurungnya sekitar 2 meter, luar biasa.

Saya sangat senang dengan dive master-dive master yang mendampingi kami ketika kami disana. Walaupun mereka hanya seorang dive master, tapi mereka memiliki environmental concern yang tinggi. Mereka berkali-kali memperingati agar tidak merusak atau mengganggu makhluk-makhluk yang ada di dalam laut. “This is our garden, this garden is not only for today” begitulah kira-kira ucapannbya yang saya ingat. Selain itu mereka juga sangat peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan safety. Bayangkan saja untuk 13 penyelam kami didampingin oleh 5 orang dive master.

Keadaan seperti ini tidak seperti di dive spot-dive spot kebanyakan dimana dive masternya cendrung cuek. Boro-boro untuk urusan kelestarian lingkungan, untuk masalah keamanan saja banyak yang cuek. Saya tidak tahu apakah semua dive master disini seperti ini atau kebetulan kami mendapatkan yang seperti ini.  Memang selayaknya semua dive master memilki kepedulian terhadap lingkungan yang baik, mengingat merekalah yang langsung memandu orang-orang untuk bersentuhan langsung dengan lingkungan bawah air. Bayangkan saja, kalau setiap hari ada saja penyelam yang tidak sengaja menendang terumbu karang dengan finnya, maka berapa terumbu karang yang rusak dalam satu tahun? Sebagai informasi, pertumbuhan terumbukarang berorde centimeter  tiap satu tahun.

Berikut saya lampirkan lagi foto-foto kegiatan diving kami

Coutersy foto oleh aw, nina

Nautika sudah sampai ke Bunaken

Nautika sudah sampai ke Bunaken

di Bunaken

di Bunaken

bersama diver muda

bersama diver muda

bergaya

bergaya

nautika berparsipasi

nautika berparsipasi

before dive

before dive

tumpah ruah

tumpah ruah

2 thoughts on “Sail Bunaken 2009 : Tumpah ruah di Malalayang (part. 2, selesai)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s