Catatan Tugas Akhir : Sarjana Teknik (bagian 2)

Alhamdulillah…

Di depan Gerbang Ganesha 10

Alhadulillah setelah cukup lama bergelut dengan Tugas Akhir, akhirnya saya lulus juga. Sarjana Teknik , itulah akhir dari masa studi saya. Terlalu sempit sebenarnya kalau kalau akhir studi saya hanya didefiniskan dalam dua kata tersebut. Banyak peristiwa yang telah terjadi, Banyak pelajaran yang bisa diambil. Yang terpenting adalah prosesnya. Hasil hanyalah sesuatu yang kita lihat di akhir. Sarjana Teknik adalah dua kata yang yang didapat setelah jutaan kata saya tulis di buku kuliah saya.

Sebenarnya dari dulu saya ingin banyak mengupdate soal catatan tugas akhir ini. Tapi apa boleh buat, ketika mengerjakan tugas akhir saya tidak punya cukup spare pikiran untuk menulis tetek bengeknya ke dalam blog ini.

Berbicara tentang tugas akhir (kalau di tempat lain skripsi), rasanya tak akan lepas dari kisah-kisah heroik untuk menyelesaikannya. Saya sendiri cukup babak belur dalam mengerjakan tugas akhir. Jam tidur berkurang, simulasi yang harus diulang terus, bosan setiap hari berkutat dengan komputer,  nulis buku tugas akhir yang tiada habis-habisnya, diomeli dosen pembimbing mungkin merupakan kisah lama yang tak pernah absen dari cerita dibalik tugas akhir.

Tugas akhir menurut saya adalah salah satu masterpiece dari mahasiswa. Memang tidak selalu, mengingat zaman sekarang banyak mahasiswa yang berkarya di luar bangku kelas. Tugas akhir biasanya mencerminkan seberapa mumpuni pemahaman mahasiswa yang bersangkutan tentang kuliahnya. Lagi-lagi ini juga tidak selalu, karena banyak kasus mahasiswa yang ingin cepat-cepat lulus sehingga ia terpaksa memabatasi tugas akhirnya.

Untuk mengerjakan tugas akhir saya kira diperlukan pemahaman yang komprehensif seputar topik tugas akhir. Biasanya pengerjaan tugas akhir justru lama di studi literatur di awal. Apalagi untuk mahasiswa yang belum paham benar seputar topik tugas akhir. Sangat perlu waktu agar otak kita tune in dengan topik tugas akhir. Saya sendiri harus membayar kelalaian saya kuliah dengan mempelajari kembali materi-materi dasar seputar topik tugas akhir saya. Cukup lama waktu yang saya habiskan, sekitar 6 bulan. Saya bolak balik kembali  halaman buku-buku kuliah bahkan dari yang paling dasar.

Saran saya untuk mahasiswa junior, jangan sering-sering bolos kuliah, terutama kuliah-kuliah basic yang merupakan landasan bagi kuliah-kuliah lanjutan. Kalaupun anda punya aktvitas lain (organisasi, hobi, lomba) sebisa mungkin tetap luangkan waktu untuk mengejar ketinggalan.  Mengambil kelas dua kali lebih baik daripada lulus tapi dengan alakadarnya. Yang penting anda harus dapat sense-nya ketika anda selesai mengambil kuliah tersebut. Jangan sampai anda datar-datar saja atau bahkan lupa sama sekali materinya ketika sudah lulus kuliah tersebut.

Hal lain yang juga penting adalah hubungan dengan pembimbing. Memilih pembimbing sangat bergantung dari maksud anda. Kalau anda tidak begitu menguasi benar tentang topik yang anda punya (atau bahkan topiknya minta dari pembimbing) saya sarankan anda memilih pembimbing yang perhatian, yang selalu menanyakan dan meminta progres tugas ahir anda. Pembimbing yang ketat malah lebih baik. Tapi kalau anda sudah mantap dengan topik tugas akhir anda sendiri, anda sudah mengerti benar baik tentang topiknya dan tentang ilmu seputar topiknya, dan anda juga yakin bahwa pada penegerjaannya anda tidak akan mengalami kesulitan yang prinsipil, saya sarankan untuk memilih pembimbing yang sifatnya agak cuek. Singkatnya pembimbing yang gampang memberikan tanda tangannya kepada anda untuk anda maju sidang. (mohon maaf untuk para dosen yang membaca)

Hubungan anda dengan pembimbing juga akan merupakan suatu hal yang menarik. Ada teman saya yang sangat akrab dengan pembimbingnya, bahkan setelah lulus pembimbingnya bisa sempai curhat. Tapi ada juga teman saya yang setelah lulus malah main kucing-kucingan dengan pembimbingnya. Biasanya hubungan ini sangat dipengaruhi oleh performa anda selama tugas akhir. Kalau performa baik biasanya pembimbing akan akrab dengan anda.

Kalau saya tidak begitu ada masalah yang berarti dengan pembimbing saya. Paling banter saya diomeli karena proges saya kurang baik atau kurang banyak. Lucunya sering sekali kalau saya sedang ada progres yang ingin dilaporkan pembimbing malah tidak ditempat, bahkan sampai dicari-cari dan ditunggu seharian. Tapi kalau sendang tidak ada progres, eh tidak ada angin tidak ada hujan, tahu-tahu datang menghampiri.

Seri lainnya :

Catatan Tugas Akhir : Permulaan (bagian 1)

Catatan Tugas Akhir : Sedikit Foto (bagian 3, selesai)

Di depan Gerbang Ganesha 10

4 thoughts on “Catatan Tugas Akhir : Sarjana Teknik (bagian 2)

  1. Pingback: Catatan Tugas Akhir : Permulaan (bagian 1) « Menulis dengan Hati

  2. Pingback: Catatan Tugas Akhir : Sedikit Foto (part 3, selesai) « Menulis dengan Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s