Islam dan Kekerasan

Sudah beberapa tahun kebelakang ini , banyak sekali isu-isu kekerasan yang berkaitan dengan agama. Mulai dari kasus Geraja Yasmin, Ahmadyah sampai yang terakhir kasus konser Lady Gaga. Sudah barang tentu yang dijadikan tersangka atas semua kasus kekerasan diatas adalah Front Pembela Islam (FPI).  FPI dituduh  sebagai pihak yang suka main hakim sendiri dan gemar melakukan praktek-praktek kekerasan dalam aksinya .

Sikap FPI yang demikian membuat banyak masyarakat gerah dan tidak menyukai FPI. Citra tersebut tentu saja mengarah pada ideologi dari FPI itu sendiri yang tidak lain adalah agama Islam. Pada akhirnya, banyak masyarakat, bahkan dari kalangan masyarakat muslim sendiri, mulai membenci ajaran islam itu sendiri. Ditambah dengan gencarnya pemberitaan media, maka munculahislamphohbia dimana-mana. Islam dipandang sebagai agama yang familiar dengan kekerasan. Orang begitu takut melihat baju koko dan gamis.

Dalam tulisan ini saya, tidak ingin mengulas tentang kasus-kasus diatas ataupun tentang organisasi FPI itu sendiri.  Melalui tulisan ini, saya ingin mengutip berbagai peristiwa monumental dalam sejarah yang sudah direkam dunia untuk memperlihatkan bagaiamana sebenernya islam bersikap perihal kekerasan ini.

Masa Muhammad SAW

 Berbicara Islam, tentu tak lepas dari masa Nabi Muhammad SAW , yaitu di arab pada abad ke 6 M. Saat itu bangsa arab merupakan bangsa yang sangat barbar. Kekerasan sudah mendarah daging. Mencuri, memperkosa, dan melakukan perbudakan adalah budaya Bangsa Arab ketika itu. Perjudian dan Minuman keras marak dimana-mana. Ada satu kebiasaan keji Bangsa Arab saat itu yang sangat terkenal, yaitu mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup karena saat itu anak perempuan dipandang sebagai aib. Bahkan mereka  sering membunuh anak-anak mereka karena alas an takut miskin.

Pada zaman seperti itulah Muhammad SAW dilahirkan. Dalam kondisi yang demikian, tidak pernah sekalipun Muhammad SAW menggunakan pedang untuk menyebarkan agama. Tidak pernah sejarah merekam ada orang Arab atau Yahudi yang dibunuh Muhammad SAW karena tidak mau mengakui kenabiannya. Bahkan yang terjadi sebaliknya, ketika itu Muhammad SAW justru diancam akan dibunuh jika terus menyebarkan islam sehingga Muhammad SAW terpaksa melarikan diri dari Mekkah ke Madinah. Umat islam mengenal peristiwa ini dengan nama “hijrah”.

Beberapa tahun pindah ke Kota Madinah, Muhammad SAW akhirnya menjadi pemimpin disana. Muhammad SAW tidak hanya sebagai pemimpin spiritual, namun juga sebagai pemimpin politik (Kepala Negara). Dengan posisinya yang demikian, Muhammad SAW tetap tidak pernah sama sekali menggunakan cara-cara kekerasan untuk menyebarkan agama. Saat itu di kota Madinah, ada paling tidak tiga agama, yaitu Yahudi, Nasrani, dan anismime. Semua pemeluk agama tersebut terjamin hak –hak  hidupnya dan tentu saja bisa beribadah dengan dengan leluasa. Padahal, jika mau tentu saja Muhammad SAW dengan posisinya sebagai kepala negara sangat bisa memaksakan pemeluk agama lain untuk masuk islam.

Beberapa tahun setelahnya, terjadi peristiwa penaklukan Mekkah yang saat itu dikuasai Kafir Quarisy. Saat itu Kafir Quaisy sudah tidak beradaya lagi karena sudah tidak memiliki pasukan. Sementara itu, orang muslim sudah ribuan banyaknya. Penaklukan Mekkah ini sendiripun sebenernya dipicu oleh pengkhianatan Kafir Quraisy atas perjanjian Hudaibiyah.

Dengan dipimpin oleh Muhammad SAW, kaum muslimin memasuki Kota Mekkah. Ketika memasuki kota mekkah, Muhammad SAW menyampaikan pesan “Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman, barang siapa yang menutup pintu rumahnya ia akan aman, dan barang siapa yang memasuki Masjidil Haram ia akan aman”. Sama sekali tidak terjadi penistaan atau penganiyaan terhadap Kafir Quaraisy ketika itu. Padahal, Kafir Quraisy adalah kaum yang selalu memerangi Muhammad SAW beberapa tahun kebelakang.

Begitulah potret bagaiamana islam sama sekali tidak menjadikan kekerasan sebagai cara hidup. Bahkan budaya Bangsa Arab yang saat itu sangat barbar, diubah oleh islam tidak lebih dari 100 tahun.

Andalusia, the Land of Three Religion and One Bed Room

 Sekarang, kita maju sedikit ke abad 8, yaitu ketika Andalusia (Spanyol) dikuasai oleh kekalifahan Islam. Selelah Spanyol dikuasai muslim dan berganti nama menjadi Andalusia, Khalifah ketika itu membuat kebijakan yang mengembalikan tanah pertanian dari bangsawan ke rakyat. Tanah-tanah pertanian ini adalah tanah yang dahulu dirampas oleh Raja Gothic (Raja sebelum Kekalifan islam masuk). Penduduk asli yang ketika itu beragama Yahudi dan Nasrani diperlakukan secara adil. Mereka bebas berdagang atau bahkan menuntut ilmu di Universitas Cordoba. Hak-hak hidup mereka dijamin dan dilindungi dibawah syariat Islam.

Andalusia ketika itu adalah contoh sempurna bagaimana berbagai umat beragama dapat hidup rukun dalam satu Negara dan ketika itu penguasaanya adalah penguasa Islam. Tak heran jika sejarahwan Amerika, Max Isaac Dimont, menjuluki Andalusia sebagai The land of Three religion and One Bed Room.

Salahuddin Menaklukkan Jerussalem

Maju lagi ke Abad 12, yaitu ketika peristiwa penaklukan Jerussalem oleh Salahuddin Ayyubi.  Penaklukan Jerussalem sebenernya dipicu oleh pelanggaran Kerajaan Jerussalem atas perjanjian damai. Bahkan adik kandung Salahuddin diculik dan dinistakan.  Tentu kita semua tahu kata-kata termahsyur yang sangat provokatif dari Guy de Lusignan, Raja Jerussalem ketika itu, yang berbunyi “Give me a war”.  Akhirnya perang pun tak terhindarkan. Kalah jumlah dan strategi, pasukan Jerussalem tak berdaya,  akhirnya Salahuddin dan pasukannya menang.

Ketika memasuki kota Jerussalem tak ada satu tetes darah pun tertumpah. Orang Nasrani dan Yahudi yang ketika itu tinggal di Jerussalem bebas memilih apakah akan tinggal dengan membayarjizyah,  atau balik ke tanah kelahiran mereka di Eropa dengan damai dan diperbolehkan membawa harta benda. Peristiwa ini dapat kita lihat dalam film Holywood “Kingdom of Heaven” yang dibintangi oleh Orlando Bloom.

Alfatih dan Istanmbul

Peristiwa paling terakhir yang bisa kita lihat adalah penaklukan konstantinopel oleh Muhammad Alfatih. Seperti yang kita tahu, penduduk konstantinopel saat itu sebagian besar adalah Kristen ortodoks. Ketika Muhammad Al faith menaklukan konstantinopel dan mengganti nama kota tersebut menjadi Istanbul, tidak pernah terjadi pemaksaan umat Kristen untuk masuk ke agama islam. Ada satu gereja yang bahkan sampai saat ini masih utuh berdiri di Kota Istanbul, yaitu Hoga Sophia. Gereja tersebut tidak pernah dirubuhkan atau diganggu sama sekali oleh Al Fatih. Hanya saja, ketika semua penduduk Istanbul sudah memeluk islam, gereja tersebut diubah fungsinya menjadi Mesjid (sekarang menjadi museum).

Penutup

Demikianlah beberapa peristiwa monumental dalam sejarah Islam khususnya, dan sejarah dunia pada umumnya yang bisa kita jadikan referensi untuk melihat bagaimana track record islam dengan kekerasan.

Tidak pernah ada dalam sejarah peristiwa kolonialisme, imperialisme, inkuisisi, genosida atau tragedi kemanusiaan lainnya yang dilakukan oleh tentara islam, lebih-lebih mengatasnamakan agama. Yang terjadi pada wilayah-wilayah yang ditaklukan islam justru pembebasan dan kemerdekaan.

12 thoughts on “Islam dan Kekerasan

  1. pak/kak sebenernya saya kurang suka sama salahuddin (yusuf) al-ayubi, karena kalo ngak salah sih dia yang memerangi ali bin abi tholib dan mengingkari perjajiannya, padahal ali bin abi tholib adalah khulafurrasidin, yang termasuk orang2 yang surganya udah dijamin sama rasulullah.

    • ali Bin Abi Thalib itu hidup Th,+- 580 – 600-an M sedangkan Shalahuddin Al Ayyubi itu hidup +- Th 1200-an M jadi sangat tidak relevan klo anda bilang Shalahuddin Al ayyubi memerangi Ali bin Abi Thalib dik,,,, Yg perrang dg Ali bin Abu Thalib itu Muawiyah bin Abu Sufyan…

  2. Waahh,, seru juga nih ternyata baca artikel sambil rokok_an n ngopi.. Ahihihihi..

  3. sebuah cerita heroik yang pantas kita teladani zaman ini yang semakin kejam. jika kita saling menghormati maka saya rasa tempat kita berpijak akan menjadi surga.

  4. kayaknya yang baik di ekspos yang buruk tidak

    tapi tak apalah demi perdamaian dari pada nanti ada yang koment yang aneh2

    kristen baik tapi orang eropa budaya nya sex minum bikin rusak
    islam baik tapi banyak umatnya yang terbentur pada kata kafir harus di musuhi. tanpa melihat ayat lain

Comments are closed.